Saturday, June 13, 2009

Memaksimalkan profit dengan memahami Tujuan, Prinsip-prinsip, & Media-media Advertising/periklanan

Periklanan termasuk dalam bagian Promotion, terkadang Promotion juga dijadikan suatu bagian penting dalam pemasaran,
jika ingin memperkenalkan suatu produk baru, maka Promotion bisa dijadikan alat untuk mendapatkan Brand Awareness, atau jika dari sebelumnya sudah beriklan, maka Promotion bisa dijadikan Brand Loyaltiness, dan jika tahap tersebut diatas sudah terpenuhi, maka dipastikan akan adanya Interest atau Buying.


mari kita bicara periklanan, secara segar dan menyenangkan, karena jika bicara periklanan tidak akan jauh dari kreatifitas yang unik dan beda dari yang lain.

=====================

ada banyak cara agar produk ataupun jasa kita bisa meraih target market yang tepat sebanyak mungkin / Targeted Traffic.

yang dimana tentu saja sebelum kita mengenalkan produk/jasa kita, maka kita harus memilki terlebih dahulu produk dan jasa yang memiliki kualitas yang baik , sehingga produk dan kualitas yang baik haruslah menjadi prioritas utama sebelum kita mengenalkannya secara massal kepada target market yang tepat.



**************************************************
Make Top Quality A Top Priority

At all times strive for the highest possible quality in the products and services you sell - and also in the work of everyone who works for you! Be unrelenting on that score. If your widgets are great stuff, but your customer reps are impolite, indifferent or not constantly alert to new ways in which they can deliver value to your customers, then you've unwittingly created a "quality" gap in your business, and sales beachhead for your competitors!

I hope that you will resolve to make "high quality" an integral part of your unique selling proposition. In a Marvelous book called "The Start-Up Entrepreneur" wrote that to be a successful entrepreneur, "you must become a service and quality fanatic". it's rated that above almost everything else on a 25-item list of the things that an individual should have to attain business success.

The only requirement that rated ahead of quality were these two absolutely essential attributes :

1. You must develop the ability to see thee needs and wants of others.
2. You must find a market gap.

The best marketing plan in the world will be quickly undermined by poor quality. Chances are your sales efforts will attract new customers, but most, if not all of them, will quickly leave you if their expectations aren't met.

Here's the Main Point :

* If you sell a product, make it the best and most useful product you can create.

* If you sell a service, extend yourself to the absolute maximum.

* If you have a problem, resolve it as equitably and favorably in your customer's behalf as possible.


* When creating ads or promotions, put as much thought, effort and review into them as is humanly possible.


* When everything you do is top-of-the-line quality, you can't help but do better! You can write far more powerful ads and promotions because you've got so much more to build upon.

Likewise, you can accure infinitely more repeat and residual business because you'll have so many satisfied customers and referrals.

And you'll feel so good about yourself and what you're doing, that it will rub off in every contact you ever have with your customers, as well as your employees.
In fact, you'll start demanding so much more out to yourself that a business that may have once been boring will come alive with exciting, self-improved challenge and fulfillment.

Starting today. right now,to make incredible income in your business. put maximum quality into every facet of your business. the payoff could be awesome

**************************************************



hal ini sangat penting agar kita selalu bisa :

Under Promise & Over delivered..

bukan sebaliknya Over Promise under Delivered,
karena kalau sudah begini sama saja penipuan.
dan bisnis yang beroperasi dengan prinsip Over Promise under Delivered tidak akan bisa bertahan lama dan reputasi yang sangat buruk akan lebih cepat tersebar dan diketahui orang banyak!!!

prinsip berikutnya adalah segala sesuatu harus lah bisa terukur, sehingga investasi dalam bentuk marketing campaign kita tidak sia-sia, dan mendatangkan return on marketing Investment seperti yang kita harapkan.

prinsip lainnya yang juga harus sangat diingat adalah, efektifitas dari iklan atau kegiatan campaign itu sendiri/ effective ad .
dan juga segala sesuatunya haruslah ditest dalam skala yang kecil bila berhasil baru dibuat yang lebih besar. (P-D-C-A) misal :
Plan - rencanakan materi iklan yang ada, media apa saja yang akan digunakan & segala elemen yang ada di dalamnya.
Do : test kecil lebih dahulu, salah satunya bisa dengan focus group , untuk mengukur apakah materi yang sudah ada sudah cukup mudah dipahami dan bisa menimbulkan impulse buying/ hasrat untuk melakukan pembelian.
Check : lakukan monitoring efektifitas dari kegiatan yang dilakukan apakah sudah sesuai, apakah ada elemen-elemen dari materi iklan yang perlu dikurangi atau ditambahkan, atau bila perlu dirubah, dst
Act : ambil tindakan untuk perbaikan atau peningkatan efektivitas materi iklan yang ada, lalu bila sudah dinilai optimal maka lakukan dengan media yang lebih banyak dan besar lagi.
kembali ke langkah awal -plan- dan terus ulangi lagi

banyak sekali cara-cara yang bisa kita gunakan agar kita bisa menjangkau target market kita diantaranya :

Trade show, Canvasing/ Booth, Seminar, Joint Venture, Host beneficiary, Agent , On line activity( Web site, blog, social site, e.t.c), Publicity, Press release, Public relation, Tele mArketing, Direct Mail/Catalog, Referrals, sales Force, endorsement dan Juga
ADVERTISING

untuk bagian ini saya akan memfokuskan hanya membahas ;

Bagaimana Memaksimalkan Profit, dengan menggunakan Media-media Iklan/advertising secara optimal.

bila ada rekan-rekan disini yang mau melengkapi penjelasan dari saya, sangat dipersilahkan, agar kita semua mendapatkan pembelajaran yang lebih komperhensif / menyeluruh.

--------------------

Tujuan, Prinsip-prinsip, & Media-media yang bisa digunakan :



# Tujuan dari aktivitas membeli spot iklan / Advertising yang saya pahami adalah :

1. Getting More Eye Balls / lebih banyak orang yang melihat penawaran yang diajukan dan juga menyadari keberadaan perusahaan
dan mengundang supect & Prospect yang pada akhirnya tentu saja membuat konsumen bergerak dari suspect menjadi tahapan konsumen tertinggi yaitu keluarga yang bernilai tinggi yang memiliki loyalitas pelanggan yang terbaik.


2.Increase Profits /Meningkatakan Keuntungan,
bila aktivitas iklan hanya menambah biaya dan tidak memberikan hasil maka sebaiknya segera perbaiki atau hentikan aktivitas iklan/ advertising yang ada.

3.Back End sales ,
Pembelian dengan jumlah yang lebih banyak & berulang juga untuk list building.


# Prinsip-prinsip aktivitas pemasaran yang harus diingat :

1. Mengoptimalkan setiap aktivitas yang dilakukan.

# Pastikan materi iklan bisa menimbulkan bahkan menghasilkan ikatan secara emosional,
hal ini sangat penting karena materi iklan, yang bisa menimbulkan bahkan menghasilkan ikatan secara emosional, maka akan meningkatkan Brand awarness yang tinggi bahkan dapat menimbulkan Brand recognition yang efektif, bagi target market-nya
( kaitkan , Materi iklan dengan sesuatu yang membuat kesan : Sexy, humor , Dramatis/ Drama (dramatic) atau juga sesuatu yang keren (cool / significant) )
berikut beberapa contoh tv ad yang bisa dijadikan referensi, silahkan click ini :- Great TV commercials -

# Pastikan anda memiliki / menggunakan tekhnik-tekhnik penulisan/ isi materi iklan / copy writing ( satu bentuk kesatuan yang dapat menjelaskan secara tepat produk/jasa yang ditawarkan) yang efektif, ada banyak tekhnik copy writing, salah satunya akan saya coba bahas pada bagian lainnya.isi dari copy writing diantaranya : Head line, Body Line, Footline, Kata-kata yang digunakan,kesatuan kalimat, Ukuran huruf / Font , Warna & gambar yang digunakan).


# pastikan bahwa kegiatan advertising/iklan melalui media-media yang kita pilih sudah tepat sasaran mencapai target market yang kita inginkan. sehingga meskipun kita memiliki penawaran, headline,body line, footline , dst yang langsung bisa menimbulkan impulse buying, namun semua itu tidak mencapai target market yang tepat, maka hasil yang dicapai tidak akan optimal / sia-sia saja. sehingga prinsip berikutnya sangat lah penting yaitu Pastikan selalu Test & ukur setiap tindakan yang dilakukan


2. Pastikan selalu Test & ukur setiap tindakan yang dilakukan,
selalu ukur/ perhitungkan berapa ROI dari aktivitas pemasaran yang dilakukan.
perhatikan media-media advertising mana saja yang memberikan hasil sesuai yang diinginkan, dan elemen-elemen apa saja yang mempengaruhi keberhasilan tersebut , misal : memasang iklan/advertising pada majalah, perhatikan apakah majalah tersebut sudah menjangkau target market yang diinginkan,lalu apakah penempatan iklan/advertising pada halaman yang dipilih sudah sesuai, apakah ada penempatan/spot yang lebih efektif dari yang sudah ada (halaman depan/halaman belakang, sebelah kanan/sebelah kiri)


3. Identifikasi & Perbaiki tiap-tiap aktivitas yang tidak memberikan hasil seperti yang diinginkan (under performed activity) sampai menghasilkan iklan yang efektif.
( perbaiki dan selalu perhatikan setiap detail dari materi iklan/advertising yang ada : Head line, Body Line, Footline, Kata-kata yang digunakan, Ukuran huruf / Font , Warna & gambar yang digunakan).

4. Ulangi dan duplikasi setiap aktivitas yang memberikan hasil seperti yang diinginkan.

5. Bila memungkinkan lakukan Barter dan juga membayar aktivitas iklan / advertising hanya berdasarkan hasil (only pay for results advertising activity).

# Media-media yang bisa digunakan untuk spot iklan atau advertising :

Televisi, Internet,
Radio, Koran (Nasional & Lokal) ,
Majalah , Yellow Pages,
spanduk, Billboard,
Poster, Brochure ,
Baliho,Sticker,
Hadiah/Gift , Business Card

media Advertising lainnya yang jarang disadari dan kurang dioptimalkan oleh kita sebagai pelaku bisnis/marketer :

- Company Name/ nama perusahaan ,(Tag Lines dan Slogans membuat 'memory hook'/ lebih membuat ingat bagi clients (suspect, prospect) yang potential, sehingga seharusnya dimanapun nama perusahaan terlihat begitu juga dengan tagline/slogan-nya)

- Business Card
- Net Working
- Websites
- Phone hold messages/ nada tunggu perusahaan
- Stationary
- envelope / amplop
- Invoices
- Business Plan/Marketing Plan


Selain itu silahkan lihat contoh-contoh ide marketing campaign yang out of the box, yang juga bisa dijadikan bahan pertimbangan ,
silahkan click ini : Out Of the Box Marketing Campaign Ideas

Tips iklan di televisi yang saya pahami,


# Lakukan Kegiatan Advertising/periklanan dengan media Tv,Bila memang Jalur Distribusi dari produk/jasa kita bisa diakses oleh target market yang jumlahnya banyak dan tersebar ( Bila membeli spot iklan pada TV skala Nasional ).

# pastikan penempatan waktu tayang (Jadwal, acara, jam,hari) kita sesuai. Hal ini penting agar target audience yang kita inginkan tepat sasaran, sehingga ketika materi iklan kita ditayangkan maka pada waktu tayang tersebut sebagian besar target market kita menyaksikan. harus diingat juga setiap target market (dalam tv disebut Target audience) mempunyai karakteristik yang berbeda. Misal bila kita ingin memasarkan Mobil yang termasuk kategori mobil mewah , maka harus selalu kita test dan ukur waktu penayangan, acara dan stasiun yang tepat.
misal apakah dengan membeli spot iklan pada acara yang menayangkan musik dangdut dengan rating dan jumlah penonton yang tinggi sudah tepat, bagaimana bila ditayangkan pada stasiun tv yang menayangkan berita atau acara-acara tv yang memang sesuai dengan target audience yang diinginkan, manakah yang lebih memberikan hasil yang lebih optimal.

# Pastikan Target Market/Target Audience kita mengetahui, bagaimana mereka dapat mendapatkan/membeli produk kita.
Sering kali pada beberapa iklan yang seharusnya mencantumkan nomor telp yang bisa dihubungi atau alamat tempat dimana bisa target market mereka mendapatkan produk/jasa yang ditawarkan atau bahkan informasi yang kurang memadai mengenai produk/jasa yang ditawarkan namun tidak tercantum/ disebutkan dalam materi iklan yang dibuat. Beberapa mungkin memberikan pembenaran karena tujuan iklan tersebut adalah meningkatkan awareness sehingga hal tersebut disengaja, sehingga informasi yang lengkap / tempat mendapatkan informasi lebih jelas/ tempat untuk melakukan pembelian dari produk/jasanya dalam materi iklan yang ada tidak dicantumkan secara lengkap. Bila memang tujuan kita adalah Awareness maka harus benar-benar dipastikan bahwa kita termasuk kategori / Deep pocket marketer atau memiliki anggaran untuk kegiatan advertising/periklanan yang besar, dan memang produk/jasa yang kita tawarkan dikenal secara umum atau oleh orang banyak. Yang terbaik, tentu saja segala sesuatunya harus selalu ditest dan diukur terlebih dahulu, mana yang bisa memberikan hasil terbaik dan tercepat dan berkelanjutan.

# Sediakan Call center bebas pulsa/ Nomor telepon yang bisa dihubungi secara gratis. sehingga target audience kita bisa mendapatkan informasi lebih lengkap.

# Jumlah Line telpon yang kita sediakan jumlahnya harus sesuai.
sehingga target market kita bisa dengan mudah menghubungi kita, hal ini penting karena dengan membeli spot iklan pada media TV maka efeknya bersifat multiplier/ besar/ terjadi reaksi seketika itu juga sehingga efeknya singkat sekali dan bisa langsung memberikan respon yang besar.
contoh kasus; ketika saya berbincang dengan teman saya yang bekerja di Adv Agency ketika mereka membuat dan memasarkan iklan untuk client mereka yang menyediakan jasa konsultasi Kesehatan Pria dengan menggunakan media telp / on line(telp) consultant, maka ketika ditayangkan (pada waktu tayang dimana sebagian besar target market nya menyaksikan) maka penjualan mereka langsung meningkat seketika itu juga.sehingga harus diperhatikan ketika kita sudah memutuskan untuk membeli spot iklan di TV maka kita juga harus menyediakan line telp yang juga sesuai.

satu case nyata yang saya temui lainnya ketika salah satu pemasar dimana ketika dalam materi iklannya ia menyediakan nomor untuk dihubungi untuk informasi lebih lengkap (dalam case ini no. sms) namun pemasar/ perusahaan tersebut tidak menyediakan server yang sesuai,sehingga seketika itu juga ketika banyak target audience yang menghubungi maka kemudian Hp-nya langsung rusak

# Buat isi penawaran/materi iklan yang efektif, dan juga berikan penawaran yang menarik bagi orang-orang /target market yang mengambil tindakan pada saat itu juga (misal potongan harga, hadiah langsung,harga khusus, dst)

# sebutkan Brand Perusahaan kita lebih dari sekali dan juga nomor telp sesering mungkin (tentunya tetap disesuaikan dengan materi iklan yang ada).
Sering kali kita menemukan iklan TV yang memberikan nomor telepon / Call center namun durasinya sangat singkat, sehingga banyak target market/target audience nya tidak sempat mencatat atau mengingat apalagi kemudian menghubungi Nomor telp yang ditayangkan dalam iklan tersebut. sehingga bisa kita nilai apakah hal tersebut merupakan iklan yang efektif? dan apakah kegiatan tersebut merupakan keputusan Investasi dalam Iklan yang tepat ?
tentunya kita semua tidak menginginkan kita membuang biaya iklan secara percuma.

# Dan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya berulang kali,kita harus terus Mengoptimalkan setiap aktivitas kegiatan periklanan yang dilakukan.
oleh karenanya kita harus selalu tes dan ukur ; stasiun, Acara, penempatan, jam tayang, durasi dan waktu yang paling bisa memberikan hasil yang paling efektif, juga Isi dari materi iklan yang paling efektif dan memberikan hasil terbaik.

Sunday, May 24, 2009

Customer Loyalty...

Pasti kita udah sering denger yang namanya Loyalitas Pelanggan, atau sering disebut dengan Customer Loyalty... Teori yang kita sering denger adalah bahwa Loyalty itu adalah tahap dalam menciptakan pelanggan yang advocate.. Apa benar seperti itu..?? Apa Customer Loyalty begitu pentingnya dalam sebuah perusahaan B2C..?? Apa kaitan Marketing dalam pembangunan Loyalitas pelanggan yah..??

===========================

Bagaimana cara kita membangun loyalitas terhadap konsumen kita, bisa dijelaskan dengan menggunakan konsep loyalitas dengan analogi anak tangga. dimana ditiap-tiap anak tangga menjelaskan kategori dan karakteristik dari loyalitas dari konsumen ada.urutan anak tangga tersebut bisa dianalogikan seperti dibawah ini :

6 stages Of Clients Loyalty :

* Suspect
* Prospect
* Clients
* Member
* Supporter
* HI Valuable Family


dan tugas kita sebagai marketer adalah harus bisa memindahkan konsumen/ kita ke anak tangga yang lebih tinggi dan harus terus membuat mereka menaiki anak tangga tersebut sehingga mencapai anak tangga yang tertinggi yaitu = hi valuable Family= .
hal ini menjelaskan bahwa kita harus bisa mebuat konsumen kita kembali dan membeli lebih banyak dan lebih sering lagi, sehingga terjadi hubungan jangka panjang/seumur hidup dengan konsumen/client tersebut, yang bisa menguntungkan ke dua belah pihak yang berkelanjutan.

sekarang mari kita kenali kategori dan karakteristik satu persatu dari anak tangga tersebut

1. Suspect :
adalah anak tangga yang paling dasar. dalam tahapan ini konsumen adalah calon konsumen kita yang potensial, diamana mereka cocok dengan pasar sasaran dari produk atau jasa yang kita hasilkan, dan mereka ingin membeli dari kita jika mereka merasa dekat dengan kita.

2. Prospect :
kita kemudian menaiki anak tangga yang selanjutnya yaitu anak tangga yang kedua, Prospek. Prospek adalah suspek yang sudah mengambil tindakan tertentu seperti misalnya menelpon sebagai tanggapan terhadap aktivitas periklanan yang kita lakukan, atau mengunjungi perusahaan kita.
Kita harus mengumpulkan informasi mengenai mereka sehingga dapat terus berhubungan dengan mereka. Hal ini sangatlah penting karena membangun loyalitas konsumen berkaitan erat dengan membangun hubungan.
Kita harus bisa mengembangkan database dari Prospek. Kita dapat menggunakan semua keahlian penjualan kita untuk memindahkan prospek kenak tangga selanjutnya yaitu Client.

3. Client : (A person who is under the protection of another)
Agar bisa digolongkan sebagai client, prospek harus sudah membelanjakan uangnya diperusahaan kita sehingga sudah tercatat melakukan pembelian dari produk atau jasa kita.
Untuk itu sangat penting bagi kita sebagai marketer, melakukan pencatatan kedalam data base kita kepada siapa-siapa saja yang melakukan pembelian atas produk/ jasa kita. Jika kita berencana untuk mengirimkan surat keseluruh prospek dan menawarkan insentif agar memebeli sesuatu dari kita, maka sangatlah tidak baik bila kita mengirimkannya kepada seseorang yang sudah menjadi client kita.
Catatan yang kita buat dalam bentuk database ini juga harus bisa menunjukkan kapan terakhir kali mereka membeli dari perusahaan kita, seberapa besar rata-rata pembelian yang mereka melakukan pembelian, dan juga seberapa sering mereka melakukan pembelian dari kita. kalau kita benar-benar perhatikan hal-hal yang sering terjadi dibanyak perusahaan, sebagian perusahaan banyak sekali yang berhenti ditingkatan ini.
Sales Force/ tenaga penjualnya sepertinya hanya duduk-duduk dan menanti client untuk kembali, dan bukannya dengan melakukan langkah-langkah proaktif dengan mengundang mereka untuk kembali datang dan melakukan pembelian.
Harus benar-benar dipahami bahwa dalam tingkatan client, mereka masih membebani anda. Jika kita merasa puas dengan tingkatan ini, maka perusahaan kita pada akhirnya akan segera tutup/ bangkrut.
sudah berapa kali kita mendapatkan pengalaman, ketika kita melakukan pembelian dari suatu perusahaan yang bahkan terkadang jumlah nominal yang harus kita keluarkan tidak sedikit, dan mereka tidak memasukkan nama kita kedalam database mereka.
lalu kita tidak pernah menerima surat atau pemberitahuan dari mereka yang isinya kurang lebih menyatakan " mereka sangat senang telah melakukan transaksi dengan kita, dan berharap agar kita sudah mendapatkan kepuasan yang maksimal dari produk atau jasa mereka, dan berharap agar kita mau kembali dan melakukan transaksi dengan mereka".
bukankah itu hal yang konyol bagi bisnis mereka, coba pikirkan tentang kemungkinan dari tidak adanya pembelian yang berkelanjutan dari client yang sudah ada, hal tersebut adalah hal yang paling menakutkan di dunia bisnis, tanpa adanya client yang melakukan pembelian adalah hal yang pasti bahwa suatu bisnis akan segera berakhir.

4. Member/ Anggota :
Ketika Client melakukan pembelian yang kedua/ pembelian berulang, maka mereka sudah menaiki anak tangga berikutnya yaitu mereka telah menjadi Member/ Anggota.
Pada tahapan ini mereka sekarang memiliki sense of belonging / rasa memiliki. Harus kita ketahui bersama, para client yang melakukan dua kali pembelian memiliki kemungkinan 10 kali lipat untuk membeli lagi dibandingkan mereka yang hanya membeli satu kali. Jadi, kita harus memperhatikan member/anggota kita .
Berikan kepada mereka kartu anggota dan paket untuk anggota. Berapa banyakkah saat ini client yang sudah mengetahui seluruh produk kita? mungkin hanya sedikit saja. Jadi mengapa tidak menyertakan katalog produk dalam paket keanggotaan? kita juga dapat menyertakan sampel gratis, kupon/ voucher belanja, dan hal-hal lain semacam itu.
Pengalaman saya pribadi ketika saya masih berada di jogja, ada coffe shop yang memiliki atmosfir yang sangat menarik dan juga penuh rasa kekeluargaan, ketika pemiliknya mengetahui saya sering datang kesana dan melakukan pembelian berulang, ia mendekati saya dan menawarkan untuk memberikan mug kopi dengam disain khusus. dan setiap kali saya datang, para pelayannya yang juga sangat bersahabat tersebut, mengambilkan mug kopi khusus milik saya tersebut dari rak mereka dan menyajikan pesanan saya dengan mug tersebut. dari contoh tersebut menjelaskan bagaimana cara pemasaran mereka bisa menimbulkan rasa memiliki bagi para anggotanya.

5. Supporter/pendukung : Begitu bisnis kita memiliki anggota, maka tugas kita selanjutnya adalah menggerakkan mereka ke anak tangga yang ke-5 , yaitu menjadikan mereka supporter/pendukung.
Supporter/ pendukung adalah seseorang yang akan menjual ataupun mereferensikan produk kita dengan senang hati kepada orang lain. Kriteria bagi Supporter/ pendukung adalah mereka akan memberikan referensi ataupun mempromosikan mengenai produk/ jasa ataupun juga layanan kita kepada orang lain , dan mereka sendiri juga terus melakukan pembelian dari kita. Pendukung adalah satu aset modal terbesar bagi bisnis kita.

6. High Valuable Family/ keluarga yang bernilai tinggi bagi kita :
Pada tahapan ini sering juga mereka disebut sebagai penggemar berat.
Begitu kita berhasil menciptakan Supporter/ pendukung, maka tugas kita sebagi marketer adalah kita harus bisa menggerakan mereka ke anak tangga yang terakhir yaitu agar mereka menjadi penggemar berat/keluarga yang bernilai tinggi bagi kita. Perbedaannya: Supporter/ pendukung adalah orang yang akan menjual untuk anda, sementara penggemar berat/keluarga yang bernilai tinggi adalah orang-orang yang tidak dapat berhenti menjual untuk kita. Hal yang menarik tentang penggemar berat/keluarga yang bernilai tinggi ini adalah mereka bisa dianggap sebagai bagian dari tim kerja kita. Mereka ingin melihat kita berhasil, dan juga tentu saja mereka akan terus membeli dari kita sepanjang waktu.
contoh yang paling nyata dalam kategori ini adalah para penggemar sepak bola, saya ambil contoh kasus dari salah satu bukunya HK yaitu mengenai fenomena dari para penggemar berat Manchester United (MU) yang tersebar diseluruh dunia yang dari data terakhir disebutkan jumlahnya sudah mencapai 330 juta orang. kita bisa melihat bagaimana bangganya para penggemar berat tersebut menggunakan kaos dan segala macam atribut MU. dan mereka terus menjalin hubungan yang erat dan berkelanjutan juga antar sesama penggemar berat lainnya baik secara off line maupun on line. dan bisa dikatakan setiap kali MU mengadakan pertandingan seluruh kursi yang ada selalu penuh. dan segala macam merchandisenya pun selalu laris manis. siaran langsung mereka selalu ditunggu-tunggu. dan juga tidak heran dengan dukungan dari penggemar berat yang ada tersebut MU menjadi salah satu klub sepakbola terkaya didunia,dengan nilai 1,8 miliar dolar AS per mei 2008.

Oleh karenanya harus selalu kita ingat, tujuan dari "permainan" yang menggunakan analogi anak tangga ini adalah menggerakan orang dari anak tangga yang terendah ke anak tangga yang tertinggi yaitu penggemar berat/keluarga yang bernilai tinggi yang tentu saja memiliki loyalitas pelanggan yang terbaik. Pada tahapan inilah dimana kita bisa mulai menghasilkan Profit/ keuntungan yang begitu banyak.