Wednesday, October 7, 2009

seni mempengaruhi customer dengan Hypnosis dan NLP ...

sekarang metode hypnosis dan NLP sudah berkembang sangat pesat di Indonesia. mulai dari tayangan the master di rcti, lembaga pelatihan hypnosis dan nlp yang semakin membludak serta lahirnya trainer-trainer yang memiliki license baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

dunia marketing pun juga sudah banyak memanfaatkan metode hypnosis & NLP (alam sadar dan bawah sadar, serta penggunaan bahasa). terutama di luar negeri, dimana hampir semua marketer yang sukses dibidangnya dan menulis buku tentang kesuksesannya. menggunakan metode NLP dan Hypnosis. sebut saja Bryan Tracy, Joe Vitale, Anthony Robbins, Robert Kiyosaki, dan masih banyak lainnya.

tapi saya cukup terkejut juga, banyak sales dan marketing handal di Indonesia yang tidak tahu menahu mengenai dunia hypnosis dan NLP.

menurut pikiran saya, mungkin kalau mereka tahu. mereka akan jauh lebih efektif dan efisien. atau memang mereka memang sudah menggunakan teknik2 dan cara Hypnosis dan NLP tanpa mereka sadari. Hanya saja mereka tidak pernah mem "break down" mengapa hal itu bisa terjadi.

--------------


Kebetulan saat ini selain mendalami marketing , saya juga seorang praktisi dibidang holistic healing , yang diantaranya saya juga mendalami bidang NLP & Hypnosis, dan khusus Nlp sendiri alhamdulilah saya sudah memegang sertifikasi internasionalnya ..

jadi dengan back ground yang sudah saya jelaskan tersebut, izinkan saya coba share, sesuai kapasitas saya dan apa yang saya tahu ya ,
dan yang saya share ini merupakan fondasi dasar/ pengetahuan dasar yang harus dipahami dari seni mempengaruhi atau untuk mengarahkan prilaku seseorang atau lingkungan, jadi nlp atau hypnosis menurut pemahaman saya adalah; salah satu tools yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan tersebut…..



-----

Untuk bisa mempengaruhi atau mengarahkan prilaku seseorang yang harus dipahami, adalah kita harus bisa melewati filter mental yang terdiri dari deletion, generalisasi dan distortion sehingga pesan atau sugesti yang ingin kita tanamkan bisa masuk ke bawah sadar seseorang.

Dimana pikiran bawah sadar mempunyai fungsi atau menyimpan hal-hal berikut :
1. Kebiasaan (baik, buruk, dan reflex) ;
2. Emosi ;
3. persepsi;
4. kepribadian ;
5. Memori jangka panjang ;
6. Intuisi ;
7. kreativitas ;
8. belief /keyakinan –keyakinan kita dan values /Nilai atau prioritas kita


Dan agar pesan kita tertanam dengan baik sehingga membentuk prilaku dan pada akhirnnya bisa membentuk kehidupan seseorang



ada lima (5) cara untuk bisa melewati filter mental kita, sehingga pesan yang kita tanamkan bisa menjangkau pikiran bawah sadar kita :

1.Melalui pengulangan / repetisi

Bila sesuatu pesan yang dikirimkan secara konsisten atau diulang-ulang terus menerus, maka pesan/sugesti tersebut akan masuk kebawah sadar kita ,dan pada akhirnya bisa mempengaruhi kita dan memebentuk kebiasaan bahkan kehidupan.

Untuk contoh misalnya ; seseorang dikatakan “ tidak berbakat”, “bodoh “ atau kata-kata yang sejenis lainnya yang diberikan orang-orang sekitarnya.
Maka pesan atau sugesti mengenai dirinya berupa label yang diberikan atau dikatakan terus menerus dan berulang secara konsiten dari orang sekitarnya tersebut kemudian menjadi program dalam pikiran bawah sadarnya, dan “terinstall” atau tertanam dengan baik dan akhirnya ia pun menjadi percaya bahwa dirinya adalah label yang diberikan tersebut (“ tidak berbakat”, “bodoh “ atau yang lainnya).
ia kemudian menjadi misal “ tidak berbakat” / atau “bodoh “ sebenarnya bukan karena tidak mempunyai kapasitas untuk menjadi pintar,
tetapi lebih karena pikiran bawah sadar / subconscious mind-nya , telah didikte atau di tanamakan program akan program label tersebut, dalam hal ini misal “bodoh” atau “tidak berbakat”.

contoh lainnya mengenai aplikasi dengan cara repetisi adalah ;yang sangat sering kita temui, setiap briefing pagi dikantor-kantor, yang bersama-sama mengucapka afirmasi / inkantasi (afirmasi yang disertai emosi yang tinggi ) misal setiap kali briefing pagi selalu ditutup dengan inkantasi yang penuh semangat, sambil mengucapkan : "kita bisa, pasti bisa , harus bisa ".
atau setiap pagi dan disaat-saat tertentu banyak yang mengucapkan sambil diulang terus menerus : "tidak ada gagal yang ada hanya masukkan", atau juga versi anthony robbin : "everyday.. getting better, getting healthier , getting richer "


lalu Bagaimana aplikasinya dalam dunia pemasaran , sebenarnya sudah sangat sering kita lihat namun mungkin belum kita sadari ; misal suatu perusahaan membuat brand dan memilih beragam media komunikasi untuk membangun brandnya tersebut, sehingga tercapai yang dinamakan “brand awarenss” atau sampai “ brand recognition” sehingga brand tersebut menjadi top of mind dibenak atau dipikiran bawah sadar / subconcious mind untuk target marketnya …

Bagaimana caranya : perusahaan melakukannya dengan membeli banyak spot iklan dan mengkomunikasikannya secara konsisten dan berulang dan terus menerus (tentunya harus juga dilakukan dengan cara dan strategi yang benar dan efektif) dengan berbagai media yang ada ; misal dengan advertising

lalu dengan strategi advertising, kemudian pemasar menggunakan berbagai media seperti :
Televisi, Internet, Radio, Koran (Nasional & Lokal) , Majalah , Yellow Pages, spanduk, Billboard, Poster, Brochure ,Baliho,Sticker,Hadiah/Gift , sampai Business Card .

Dengan cara tersebut target marketnya kemudian setelah dibombardir atau diberikan sugesti atau pesan secara terus menerus dan konsisten oleh pemasar dan tentunya dengan cara yang benar dan efektif, maka diharapkan pesan tersebut masuk, tertanam dan terinstall dengan baik dipikiran bawah sadarnya/subconscious mind-target market mereka.
Yang pada akhirnya kemudian target marketnya kemudian diharapkan bisa terpengaruh dan melakukan pembelian dan menjadi konsumen dari brand tersebut dan juga pada akhirnya bisa menjadi cutomer yang loyal akan brand tersebut.

2. Pesan /Ide yang disampaikan oleh orang yang dipandang memiliki otoritas :

Bila suatu pesan disampaikan oleh seseorang yang dipandang memiliki otoritas, seorang pakar, seseorang yang pendapatnya kita izinkan untuk kita dengarkan, atau seseorang yang benar-benar kita hormati dan kagumi, maka pesan tersebut akan dapat diterima oleh pikiran bawah sadar dengan lebih mudah.

Beberapa ilustrasi sebagai contoh :
Jika Seorang pimpinan ataupun seorang politikus yang dikagumi memberikan pidato,
Jika seorang pelatih memberikan kata-kata penuh semangat kepada anak didiknya sebelum pertandingan besar dimulai,
Jika seorang yang dianggap pakar/ahli dibidangnya memberikan masukkan,
atau Jika seorang ayah/ ibu yang memberikan nasihat –nasihat terbaik terhadap anaknya.

Tentunya pesan-pesan yang disampaikan oleh orang-orang yang dipandang seseorang/sekelompok orang tersebut memiliki otoritas atau pendapatnya didengar, otomatis pesan-pesan tersebut tanpa disadari akan lebih mudah diterima alam bawah sadar sehingga memberikan efek tertentu dan mempengaruhi tindakan .


Bagaimanakah caranya kita bisa menciptakan otoritas, sehingga pemasar bisa memiliki pengaruh,
Berikut beberapa ilustrasi yang diterapkan dalam dunia pemasaran;

membangun keharmonisan , keakraban / rapport terlebih dahulu dengan target market kita (beberapa sudah dibahas dihalaman sebelumnya oleh shein) karena orang akan cenderung lebih mudah terpengaruh dengan orang yang ia sukai.

Teman saya pernah berbagi satu pengalaman yang menarik dengan saya, mengenai bagaimana ketika ia masih menjabat sebagai sales force disuatu perusahaan dan ia bisa mendapatka penjualan dari salah satu client yang dianggap paling sulit oleh kantornya ketika itu,
yang ia lakukan adalah ketika pertama kali mendatangi tempat clientnya ia tidak membahas apapun mengenai produknya,
namun Ia terlebih dahulu membicarakan topik yang bisa menarik perhatian calon clientnya tersebut, ketika itu yang menjadi topik pembahasan teman saya adalah mengenai gambar yang terpasang didinding toko clientnya tersebut ( gambar dewa kepercayaan clientnya).
Teman saya tersebut bahkan menghabiskan waktu sekitar 2 jam dan berhasil membuat dirinya terlibat perbincangan yang sangat menarik dengan calon clientnya tersebut , dan setelah keharmonisan sudah berhasil terbangun,
bahkan sebelum teman saya menawarkan produknya, calon client tersebut bahkan kemudian menanyakan produk apa yang dijual oleh teman saya. Dan hari itu juga teman saya berhasil menutup penjualannya dengan angka penjualan yang cukup tinggi



Contoh lainnya dalam pemasaran adalah ;
ketika salah satu produk pasta gigi membuat tagline yaitu : “ recommended by dentist / direkomendasikan oleh dokter gigi “ tentunya pendapat dokter gigi yang dalam konteks ini adalah seorang pakar, maka pendapatnya akan lebih didengarkan oleh target market dari produk tersebut .

Strategi marketing yang menunjukkan sebuah komentar positif / testimonial dari client yang memiliki nama besar yang puas akan produk yang telah dikonsumsinya juga merupakan salah satu penerapan bagaimana penerapan strategi ini.

Begitu juga dengan penggunaan endorser atau figur-figur yang sudah dikenal oleh target market dari suatu produk dan memiliki pengaruh pada suatu marketing campaign misal Michael Jackson & pepsi, Michael Jordan & nike, dan juga valentino rossi & Yamaha dan masih banyak lagi.

Dalam nlp sendiri dikenal salah satu tekhnik yang dinamakan reframing content dan reframing context.
Hal ini bisa dimanfaatkan jugadalam aktivitas pemasaran, sebagai contoh dengan content yang sama dari suatu surat yang di tulis dan disusun oleh satu perusahaan dan perusahan tersebut mencoba untuk menerapkan strategi pemasaran direct mail / mengirim surat langsung via pos kepada target marketnya.

maka agar mendapatkan hasil yang lebih optimal bisa dilakukan strategi reframing context artinya dengan pesan yang sama yang ditlis oleh satu perusahaan namun menggunakan context yang berbeda,

artinya daripada mengirimkan surat tersebut atas nama perusahaan maka perusahaan memutuskan untuk menggunakan jasa endorser yang dianggap memillki otoritas dan bisa mempengaruhi target marketnya dengan lebih baik.

satu contoh sebagai ilsutrasi re framing context dengan penggabungan strategi pemasaran direct mail, host beneficiary & endorsemen ;

seorang dokter gigi ingin mendapatkan lebih banyak pasien untuk meningkatkan profitnya,
maka kemudian ia akan mendekati seorang dokter umum kenalannya yang sudah memiliki list daftar jumlah pasien yang cukup banyak,maka dokter gigi kemudian mengajukan penawaran kerjasama dengan cara.;

ia akan membuat dan menyusun sebuah surat yang ia tulis yang isinya merekomendasikan jasa si dokter gigi itu sendiri, dalam surat tersebut kemudian juga menuliskan kelebihan-kelebihan, manfaat, potongan harga ,garansi dan juga penawaran menarik lainnya yang memang benar adanya dan bisa memberikan banyak manfaat bagi calon pasien /target market dari si dokter gigi tersebut.

kemudian si dokter umum hanya cukup membaca , memahami dan kemudian menandatangani surat tersebut atas nama dokter umum tersebut,
sehingga seakan-akan surat tersebut adalah surat yang ditulis sendiri oleh dokter umum tersebut.

lalu atas persetujuan dari dokter umum, maka si dokter gigi mengirimkan surat tersebut kepada daftar nama pasien dari si dokter umum.

Dan kerjasama yang dilakukan adalah dari setiap transaksi yang terjadi atas referensi dari si dokter umum, maka dokter gigi akan memberikan persentase keuntungan yang telah disepakati bersama, sebagai contoh misal dalam hal ini saya ambil angka 25%.

Artinya bila setiap kali direct mail yang dikirimkan kepada calon target market dari sidokter gigi yang diperoleh dari list client si dokter umum menghasilkan 1 penjualan, maka dokter gigi akan mentransfer 25% dari nilai transaksi kepada si dokter umum yang dibayarkan setiap periode tertentu.

Calon-calon client sidokter gigi yang juga merupakan client-client dari si dokter umum, tentunya karena sudah percaya dengan si dokter umum karena jasa yang diberikan sudah memberikan manfaat yang dapat dirasakan bagi clientnya dan dokter umum tersebut juga sudah membangun hubungan yang baik dengan client-clientnya,

maka clientnya secara tidak sadar sudah melihat bahwa si dokter umum selain sebagai seorang pakar, seseorang yang pendapatnya mereka izinkan untuk di dengarkan, seseorang yang dipandang memiliki otoritas, dan bisa mempengaruhi keputusan pembelian bagi mereka, Dan dengan menerima surat yang isinya mereferensikan jasa dari sidokter gigi, maka pesan tersebut akan dapat diterima pikiranbawah sadar mereka dengan lebih mudah, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi keputusan pembelian untuk menggunakan jasa si dokter gigi tersebut.


strategi ini sendiri saat ini diindonesia dari yang saya amati juga banyak digunakan oleh para merchant kartu kredit, yang memberikan discount potongan harga tertentu bila membeli produk-produk tertentu bila menggunakan kartu kredit dari bank penerbit kartu tersebut.


bersambung......

Saturday, July 11, 2009

Hobi jadi bisnis....gimana memulainya???

saya mau menanyakan bagaimana caranya agar hobi kita, kemudian bisa diteruskan menjadi suatu bisnis yang menjanjikan?

mohon masukannya, terima kasih ..


----------------------------------------------

1. mindset awalnya yang harus dimiliki menurut saya adalah :
Do what you Love, Love what you Do and Do it Well

2. Temukan sesuatu yang dapat kita kerjakan dengan baik dan benar-benar menarik untuk kita,
kembangkan pengetahuan tersebut agar menjadi sebuah keterampilan,
dan pusatkan perhatian kita untuk menemukan cara agar mendapat penghargaan setelah melaksanakannya.

dan jangan pernah biarkan siapapun mengatakan bahwa kita tidak bisa meraih impian kita.

  • Kita dibayar karena perbandingan yang ada hubungannya langsung degan keunikan kita.
    Semakin banyak orang yang bisa mengerjakan apa yang kita kerjakan, semakin sedikit kita dibayar.
    semakin sedikit orang yang bisa mengerjakan apa yang kita bisa kerjakan, semakin banyak kita dibayar.
    jika kita menemukan bakat, skill/ keterampilan, sebuah produk atau jasa yang sangat unik, sesuatu yang diinginkan orang/target market kita, orang itu mau membayarnya, dan hanya bisa diperoleh dari kita, maka kita mendapatkan tiket menuju kesuksesan secara finansial
  • Bila kita dapat menemukan cara yang dapat menambah kebahagiaan, kesehatan, kekayaan, cinta, waktu, dan nilai yang lebih tinggi kedalam hidup orang / target market kita, maka kita akan mendapatkan penghargaan untuk itu.
    Tambahkanlah nilai sebanyak mungkin kedalam hidup orang lain.
  • Bila kita dapat menerapkan sarana tambahan/ Leverage/ Faktor kali / Daya ungkit, pada produk atau jasa yang baik, hal itu akan meningkatkan pengembalian dan penghargaan yang kita peroleh.
    Namun , bila kita menerapkan sarana tambahan yang membuat rugi, hak itu akan melipatgandakan kerugian kita. Terapkanlah sarana tambahan/ Leverage/ Faktor kali / Daya ungkit, secara bijaksana.

.....

3. hasilkan dan terus tingkatkan karya-karya anda agar secara konsisten memiliki kualitas terbaik yang memberikan manfaat terbesar bagi konsumen anda nantinya.
dengan kualitas yang baik maka akan lebih mudah memasarkan produk dan juga nilai jualnya juga akan lebih baik lagi, sehingga produk atau jasa yang ditawarkan memiliki keunggulan dan nilai tambah dibandingkan produk/jasa yang sejenis.



**************************************************
Make Top Quality A Top Priority

At all times strive for the highest possible quality in the products and services you sell - and also in the work of everyone who works for you! Be unrelenting on that score. If your widgets are great stuff, but your customer reps are impolite, indifferent or not constantly alert to new ways in which they can deliver value to your customers, then you've unwittingly created a "quality" gap in your business, and sales beachhead for your competitors!

I hope that you will resolve to make "high quality" an integral part of your unique selling proposition. In a Marvelous book called "The Start-Up Entrepreneur" wrote that to be a successful entrepreneur, "you must become a service and quality fanatic". it's rated that above almost everything else on a 25-item list of the things that an individual should have to attain business success.

The only requirement that rated ahead of quality were these two absolutely essential attributes :

1. You must develop the ability to see thee needs and wants of others.
2. You must find a market gap.

The best marketing plan in the world will be quickly undermined by poor quality. Chances are your sales efforts will attract new customers, but most, if not all of them, will quickly leave you if their expectations aren't met.

Here's the Main Point :

* If you sell a product, make it the best and most useful product you can create.

* If you sell a service, extend yourself to the absolute maximum.

* If you have a problem, resolve it as equitably and favorably in your customer's behalf as possible.


* When creating ads or promotions, put as much thought, effort and review into them as is humanly possible.


* When everything you do is top-of-the-line quality, you can't help but do better! You can write far more powerful ads and promotions because you've got so much more to build upon.

Likewise, you can accure infinitely more repeat and residual business because you'll have so many satisfied customers and referrals.

And you'll feel so good about yourself and what you're doing, that it will rub off in every contact you ever have with your customers, as well as your employees.
In fact, you'll start demanding so much more out to yourself that a business that may have once been boring will come alive with exciting, self-improved challenge and fulfillment.

Starting today. right now,to make incredible income in your business. put maximum quality into every facet of your business. the payoff could be awesome

**************************************************


4. Terus menerus Open Minded terhadap hal-hal baru yang ada disekitar,jangan cepat berpuas diri, dan teruslah melakukan pengembangan yang berkelanjutan dan tanpa henti.
meningkatkan pengetahuan bisa melalui sosialisasi atau memperluas jaringan, website, buku-buku, kursus, seminar, atau pelatihan-pelatihan yang terkait
dengan hobi yang ditekuni. ketika kita mengikuti pelatihan, seminar atau kursus sering kita mendapatkan sertifikat pelatihan hal ini bisa berguna untuk building trust pelanggan kita karena selain mendapatkan ilmunya dari pelatihan tersebut ; prestise dan kepercayaan yang timbul juga semakin meningkat sehingga bisa meningkatkan nilai tambah kita dimata pelanggan. (hal ini tentunya harus juga diikuti kualitas dari produk/jasa yang dihasilkan haruslah baik dan memberikan manfaat yang terbesar bagi konsumen)

5. terus godok dan benar-benar matangkan konsep yang ada, lakukan market research dan rancang business plan sebelum menjalankannya, baru setelah benar-benar menjanjikan coba lah mencari partner yang potensial dan juga investor-investor yang bisa dijadikan rekanan jangka panjang.

tetap bersikap realistis, sehingga tidak hanya memikirkan senangnya saja.
benar-benar lakukan market research dengan baik, sebelum mengubah hoby menjadi bisnis ;
pelajari dan cari tahu apakah bisnis yang berangkat dari hoby ini memiliki prospek yang menjanjikan kedepannya,
apakah bisnis ini akan terus menguntungkan dalam jangka panjang,
seberapa banyak konsumennya dan bagaimana cara-cara yang efektif untuk meraih konsumen/ target market tersebut baik secara online maupun off-line,
dengan siapa saja kita harus membangun jaringan agar kemungkinan berhasilnya lebih besar dan berlangsung lama (sustainability) .

Jika kemudian kita menemukan bahwa hasil dari market research kurang menjanjikan, akan lebih bijak untuk kembali dipikirkan ulang.

6. Cobalah bekerja dengan hati, jangan sampai ambisi tidak sesuai atau selisih jauh dengan kemampuan diri.

dengan kemampuan diri yang mumpuni, dan bekerja dengan hati yang senang, maka dalam melakukan sesuatu kita akan mengerjakannya dengan lebih mudah dan prosesnya menjadi begitu ringan dan menyenangkan, sehingga kita terkadang bisa dan lebih siap menghadapi masalah/ tantangan- tantangan yang kemudian nantinya timbul,
dan juga dengan hati yang senang maka karena saking menikmati apa yang kita lakukan terkadang kita bisa lupa waktu dan bahkan tidak mengenal lelah.

7. Menjawab dengan sejujur-jujurnya beberapa pertanyaan-pertanyaan ini :

# Apakah tujuan yang saya buat ini cukup layak untuk saya ?
Apakah saya ingin dikenang dengan melakukan hoby saya ini?
Apakah hal ini merupakan suatu hal yang benar-benar berharga dan hasilnya sesuai untuk terus menerus saya lakukan ?

# Ketika hobi saya ini menjadi sesuatu yang saya kerjakan dengan memiliki target dan tekanan bisnis, sehingga menjadi sesuatu yang dikerjakan berulang terus menerus, apakah saya tetap mau dan senang melakukannya?
andaikan dikarenakan order yang meningkat saya harus mengerjakan sampai beribu-ribu karya dengan dead line yang sudah ditentukan, apakah saya masih bisa menikmati hoby saya ini ?

# Apakah ketika umur saya mencapai 35,40,45,50 atau sampai 55 tahun dan seterusnya, hobi ini akan terus memotivasi saya, apakah hal ini tetap menarik minat saya, tetap menjadi sesuatu yang menantang dan juga tetap menjadi sesuatu yang berarti dan tetap menjadi sesuatu yang ingin saya kerjakan ?




8. Cara terbaik untuk Belajar yang saya tahu adalah belajar langsung dari orang-orang yang ahli dan sudah lebih dulu sukses mendapatkan hasil,
Dan semoga contoh-Contoh dari apa yang mereka-mereka sudah lakukan bisa memberikan juga melengkapi jawaban yang sudah ada dan juga memberikan inspirasi bagi kita

---------------------------


1. Dari salon kecil, Tien Santoso berhasil membangun bisnis jasa merias pengantin dengan omset Rp. 65 juta per bulan ( tahun 1995 ). Tien mengawali bisnis ini tahun 1974. Pilihan ini timbul karena merias wajah sudah menjadi hobi Tien sejak remaja. Tien Santoso adalah pemilik PT Sanggar Busana Indonesia

( Swa, 09/XI/Desember/1995 ).



2. Hariono, pengusaha sukses dalam bisnis pijat, namanya Bersih Sehat, meraih ISO 9002 ( tahun 2000 ). Hariono mengatakan, “ Kalau mau bisnis ya mulailah dari yang paling digemari dan diketahui.” Dia memang suka dipijat apalagi ketika badan terasa letih. Baginya dipijat adalah kebiasaan dan kebutuhan sejak muda

( Republika, 3/10/01 ).


3. Setelah bertahun-tahun menekuni bidang elektronik, Hindarta Rusli berhasil menciptakan amplifier lokal, yang diakui Japan Industrial Standard. Jerih payahnya bertahun-tahun ternyata membuahkan hasil yang menggembirakan. Perkenalan Hindarta dengan dunia elektronik dimulai ketika masih duduk di bangku SMP ( tahun 1970 ). Setelah lulus SMP ( tahun 1973 ), ia melanjutkan studi ke STM jurusan elektronik. Kecintaannya pada bidang ini terus bertambah, bahkan sambil menuntut ilmu, ia bekerja di Wisma Jaya sebagai guru radio

( Majalah Swa, 12/XII/22 Agustus – 11 September, 1995 ).



4. Mary telah bekerja sebagai manajer Properti selama 12 tahun. Kemudian dia memulai usaha sendiri. Hobi dia membaca, dia mendirikan usaha toko buku. Dia sukses dengan toko bukunya ( Minding Your Own Business, 2001).



5. Pencetak dan penerbit pertama di Inggris adalah William Caxton. Ia orang kaya yang tertarik ke dunia percetakan karena cintanya pada buku ( Michael Pollard, 1993 ).



6. Hartati Nur Fatah sukses di usaha furniture. Hobinya mengoleksi mebel antik

( Burhanudin Abe, 2000 ).



7. Teddy Kardin, kesukaannya adalah pisau. Ia menjadi produsen pisau yang dipakai di kalangan militer dan eksekutif ( Burhanudin Abe, 2000 ).



8. Wien Aditya Esteves, pemilik Bali Estevez dan Sanggar senam mengatakan,

“ Bisnisku yang ini berawal dari hobiku.” Ia berprinsip : pegang satu keahlian,

dalam, dan cintai pekerjaan itu ( Burhanudin Abe, 2000 ).



9. Sulaeman, pengusaha sukses di penjualan pompa air yang melompat ke bisnis motor besar. Ia mengatakan bahwa selain menguntungkan, bisnis motor besar sangat menyenangkan, sekalian berbisnis ia dapat menyalurkan hobi motornya

( Burhanudin Abe, 2000 ).



10. Nyaris semua komikus yang kondang selalu mengawali kariernya dari hobi. Fujimoto Hiroshi dan Abiko Motoo, creator komik Jepang Doraemon dan Ninja Hattori, sudah gila komik sejak SD. Demikian juga komikus Dyotami Febriani, Wahyu Aditya, Pepeng mengawali karier di perkomikan karena berawal dari suka, kemudian menjadi hobi, terus jadi profesi ( Kompas, 3/10/02 ).



11. Peggy Damayanti, pengrajin origami ( seni melipat kertas yagn berasal dari Jepang ) memperoleh keahliannya karena ia tekun membolak-balik buku berbahasa Jepang. Seringkali buku itu memaparkan urutan secara rinci, tetapi dengan memberi penjelasan secara tertulis. Dia terpaksa mencoba-coba saja, dan itu bisa bongkar pasang sampai dua minggu sebelum mendapatkan hasil yang diinginkan. Hanya karena Peggy senang melakukannya, dia tidak menjadi frustasi. Kunci semua ini memang kesenangan. Usaha Peggy sudah mulai tumbuh, para pembelinya 80% orang-orang Jepang ( Kompas, 12/8/01 ).



12. Heroe Soepandi, bergerak di bidang usaha arung jeram. Hobinya sebagai pencinta alam saat masih menjadi mahasiswa Universitas Tri Sakti.

Omset usahanya ( maret 2003 ) sebesar Rp. 100 juta sampai Rp. 125 juta

( Republika, 12/3/03).

13. Ir. Untung Rahardjo bertutur tentang awal menekuni bisnis perangko. Mulanya ia berbisnis perangko untuk membiayai kuliah setelah orang tuanya mengalami pailit. Pria berusia 57 tahun ini mengkhususkan diri pada koleksi perangko yang telah dicap. Untung juga yang menjadi penyusun Katalog Perangko Indonesia 2001 dan pernah mendapatkan medali international untuk koleksi stempel serta cap-cap kota itu mengatakan, bisnis perangko cukup prospektif. Buktinya, ia dapat selesai kuliah dengan biaya dari berjualan perangko. Koleksi perangkonya kini telah mencapai 300 album. Ia pernah menjual perangkonya seharga Rp. 30 juta, yakni perangko Pos Militer Daerah Surakarta berangka tahun 1949. Saat ini perangko tersebut termasuk banyak diburu karena semakin langka.



14. “ Bagi saya, kucing ini bagaikan teman yang sulit dipisahkan.” Ungkap M. Tatty S. Koesman, peternak kucing Persia, di Bandung. Tidak kurang dari 20 ekor kucing, yang sekarang sedang diternak. Kalau dihitung dari awal beternak kucing, maka tidak kurang 100 ekor lebih kucing telah dipelihara, dan kini sebagian telah terjual. Rata-rata kucingnya dijual berkisar antara Rp. 500.000.00 sampai

Rp. 1.000.000.00. “ meskipun saya hobi kucing, namun saya tetap melihat peluang bisnisnya. Saya tidak melulu menggeluti hobi, tetapi juga bagaimana agar hobi ini bisa menguntungkan. Alhamdulillah, kalau dipadukan antara hobi dan bisnis, cukup menjanjikan,” kata Tatty.

15. I Nyoman Seniweca ST merupakan salah satu figure pengusaha yang berhasil di mana usaha yang digelutinya, yakni penyewaan mobil bermula dari kecintaannya terhadap dunia otomotif. “ Saya ingin menyalurkan hobi di bidang otomotif.”



16. Pugiarto Haryanto, sukses di bidang dekorasi, telah disinggung di bagian 1 dari buku ini, hobinya mendekorasi ruangan sejak SMA ( SMU ), Suara Merdeka, 6/4/2003).



17. Sukyatno Nugroho ( Es Teler 77, Mie Tek-Tek, dan Pasti Enak ) yang sudah dijelaskan di bagian 1 buku ini, pernah bangkrut sampai habis-habisan. Tepatnya ini terjadi tahun 1978. Sukyatno terpuruk hutang. Hutangnya dibanding kekayaaan yang dipunyai ketika itu adalah 10:1. Jadi debt service ratio-nya sudah mencapai 1000% di situlah hobi masak Yenny berperan sebagai penyelamat!

( Pinus, 2001 ).





Majalah TIARA 208, Agustus 1998, di Rubrik Fenomena, memberikan banyak contoh tentang orang-orang yang sukses berwirausaha dari hobi, sebagai berikut :





18. Bill Gates, pendiri Microsoft, orang terkaya di dunia, juga memulai bisnisnya karena hobi computer.



19. Hanita Gunadi, Toko Kue, Roti dan Jasa Boga Irma. Sejak Remaja Anita hobi membuat kue dan sering membantu ibunya membuat dan menjual kue untuk menunjang keuangan keluarga. Dimulai dari sebuah pavilion sewaan ukuran 3 x 10 meter, ia membisniskan hobinya. Sembilan tahun kemudian, ibu delapan anak ini, membuka cabang usahanya yang pertama di Jalan Kemanggisan Raya Utama no. 9D, Jakarta. Tiga tahun setelah itu, 1991, ia mampu membeli pavilion yang disewanya, berikut rumah induknya dan membangunnya menjadi kantor pusat hingga sekarang. Cabang usaha berikutnya didirikan tahun 1992 dan menjadi cabang utama, di Jl. Pesanggrahan Raya 35 E, Kebon Jeruk, Jakarta barat. Di cabang ini, selain menjual kue, juga ada dapur produksi dan menyediakan hidangan tradisional seperti lotek Bandung, taoge goreng, dan lain-lain. Hingga kini, Irma telah memproduksi lebih dari 120 macam kue dan mampu menyerap 1.000 tenaga kerja.



20. Astuti, yang sudah dijelaskan di bagian 1 buku ini, mempunyai usaha bernama

“ Ekharia Catering Service.” Berangkat dari kegemarannya memasak, ia memulai usahanya di bidang jasa boga dengan melayani pesanan dari rumah ke rumah. Pesanan demi pesanan terus mengalir, dari perkantoran, pabrik, berbagai pesta dan lain-lain. Bahkan, ia pernah dipercaya menangani acara kenduri nasional dalam rangka peringatan 50 Tahun kemerdekaan RI.



21. Watty Syamsayuni, Soguri Nursery, sejak kecil Watty hobi membuat bunga dari ketas dan buku, kerajinan rotan, benang wol, dan sebagainya. Karena ingin menyalurkan hobinya menjadi usaha produktif, ia lantas bergabung dengan iparnya di bawah bendera Soguri Nursery – Sokoguru Asri ( Nursery Bonsai Landscaping Specialist ).



22. Fauzia Fatma Soenarko, Fiska Catering. Sejak muda senang memasak dan mengatur rumah, akhirnya ia membuka usaha catering. “ Untuk mengembangkan bakat dan keahlian,” ujar pemilik Fiska Catering ini. Meski pernah mengenyam pendidikan sekretaris namun Poppy, begitu panggilan akrabnya, tanpa ragu memulai usaha catering dengan modal awal sangat kecil sekali, karena waktu itu hanya melayani tetangga. Sekarang ia bisa memperoleh keuntungan hingga Rp. 3 juta untuk setiap pesanan, dan memiliki 25 karyawan tetap, di samping karyawan kontrak yang disesuaikan dengan kebutuhan. “ Tidak tertutup kemungkinan usaha saya nanti akan melebar ke bidang desain interior dan gardening,” katanya. Tak heran, sebab ia hobi juga menata rumah.



23. Damayanti. Coklat Gold Pralines. Gara-gara hobi sekali pada makanan terbuat dari coklat dan sering berkreasi untuk dimakan sendiri, akhirnya muncul ide untuk membisniskan hobinya itu. Apalagi beberapa teman dan tetangganya kerap minta dibuatkan. “ Ide itu muncul juga karena saya ingin jadi own boss.” Ujar mantan karyawati sebuah bank ini. Modalnya waktu itu bisa dibilang modal dengkul. Sebab, ia sudah memiliki sejumlah peralatan membuat kue dan hanya tinggal membeli tambahan cetakan kue saja. Sekarang, total omzet yang dimilikinya lebih kurang Rp. 100 juta. “ kalau mau sukses, kita harus terjun sendiri. Dari belanja bahan baku sampai mengaduk adonan, dan bahkan mungkin mengantarkannya sendiri ke pelanggan. Jangan mentang-mentang sudah jadi bos lantas tidak mau turun tangan lagi.,” katanya.



24. Mulyono, pengusaha sukses Bengkel Knalpot. Sudah sejak lama ia hobi otomotif. Gara-gara suka memperhatikan orang-orang di kampungnya yang kalau pulang kampung bisa bawa mobil dan rata-rata punya usaha bengkel, ia pun terobsesi untuk punya bengkel sendiri. Lantas ia belajar lebih jauh tentang dunia otomotif sampai akhirnya mengkhususkan diri di bidang knalpot. “ Awalnya saya agak ragu karena persoalan tempat, modal dan tenaga kerja. Tapi setelah saya mendapatkan teman yang mengerti betul soal knalpot, saya pun semakin yakin.” paparnya. Sekarang rata-rata ada 20 mobil yang mampir di bengkelnya dengan total omzet sekitar Rp. 60 – 80 juta per bulan ( tahun 1998 ).



25. Anita Roddick, berhobi mengumpulkan resep-resep kecantikan kuno, mendirikan usaha The Body Shop. Memiliki bisnis yang berkembang pesat dan beromzet jutaan pounsterling, tak pernah dibayangkan Anita Rodick, pendiri The Body Shop. Tapi justru dari hobi yang kemudian dikembangkannya menjadi bisnis,-itu pun dilakukan semata karena suaminya pergi berkelana sementara ia harus menghidupi anaka-anak. Kini jaringan tokonya berjumlah 1.500 buah di 47 negara.

26. Watty Syamsayuni, yang dijelaskan di depan, usahanya telah merambah ke bidang perawatan kecantikan dan jasa perkimpoian terutama paket pengantin Palembang yang menjadi andalannya. Selain itu, usahanya juga berkembang ke laundry dan sanggar tari yang latihannya dilakukan di TMII. Nampak bahwa Watty tetap mengembangkan usahanya yang masih terkait dengan hobinya., meskipun tidak terkait secara langsung.



27. Hobi Miralia Rajasa adalah mengamati detail dan pernik-pernik perabotan yang berasal dari Bali. Ia mendirikan kafe Balimang di Jakarta Selatan. Usahanya sukses. Ia mendisain kafe-nya dengan nuansa etnik bali ( Majalah Pilar, 21/TH. I/21 Oktober, 3/10/1998 ). Dalam hal ini Miralia Rajasa tetap memasukkan hobinya ke dalam usahanya, yakni dalam bentuk desain etnik Bali. Dengan demikian, barangkali ia tetap bisa merasa enjoy dengan usahanya karena ia tetap mampu mencurahkan aktivitas yang digemarinya.





28. Patrik F Martell mampu memadukan hobi, seni, dan bisnis. Martell yag sekaligus nama perusahaan itu, adalah perusahaan Cognac ternama di Perancis. Patrick mengaku menikmati pekerjaannya sebagai pimpinan sekaligus pemilik perusahaan tersebut dikarenakan ia bisa memadukan antara pekerjaan dengan hobi olah raganya-golf, ski,memancing. Gagasan-gagasannya cemerlang. Ini dikarenakan gagasan tersebut adalah hasil perpaduan antara pekerjaan dan hobinya tersebut. Martell menjadi sponsor tetap acara seni dan olah raga

( Majalah Swa, 09/XI/Desember/1995). Martell sengaja mengaitkan atau

memadukan hobi dengan usahanya.



29. Hobi Husni Tamrin adalah mengunjungi pameran furniture. Ia pengusaha sukses produk hand made dari tembaga ( burhanudin Abe, 2000 ).



30. Hardi Wiyono, pengusaha sukses di bidang kerajinan akar wangi, di daerah Semin Gunung Kidul. Di pegunungan tersebut banyak tanaman Loro setu yang menghasilkan akar wangi. Dan memang tanaman ini hanya bisa tumbuh di daerah pegunungan. Awalnya ia hanya menjual akar wangi dalam bentuk ikatan plus bonggolnya. Selanjutnya ia lebih kreatif lalu membentuk akar wangi menjadi berbagai bentuk benda kerajinan. Hasil produksinya begitu disukai banyak orang

( Nova, no. 785/XVI, 16/3/2003 ).

Disini, Hardi mengaitkan hobinya yang naik pegunungan Semin dengan tanaman

loro setu yang memang hanya tumbuh di pegunungan, dimana tanaman itu

menghasilkan akar wangi.


31. Herry Maryanto, pengusaha kerajinan pasir putih pantai Krakal. Hobinya saat SMA mengambil pasir pantai, untuk main-main di rumah, kemudian di tempel di pot-pot rumah. Kegiatan semasa SMA itulah yang memberinya ide mengembangkan usaha tersebut ( Nova, No.785/XVI, 16/3/2003 ). Ide usaha Herry terinspirasi karena kesenangannya bermain-main dengan pasir pantai sewaktu masih SMA.


32. Sandy Krakowski yang telah disinggung di depan, berkisah bahwa ia tidak menyangka hobinya membuat roti ketika dia ubah menjadi suatu bentuk bisnis dan dengan bantuan internet untuk memasarkannya, maka dalam waktu 3 tahun, ia mampu meraup penjualan sebesar $ 25 juta! Dan apa yang ia pasarkan dan ia jual bukanlah rotinya itu sendiri melainkan berbagai resep untuk membuat roti, dan kursus-kursus membuat roti.



33. Agus Subagyo, tinggal di Sukoharjo, bekerja di bagian pelatihan di suatu perusahaan yang cukup besar di Jawa Tengah. Hobinya membaca. Tugasnya adalah membuat, memonitor, sebagai instruktur, dan mengevaluasi pelatihan. Dalam melaksanakan pelatihan, ia sering kali menggunakan LCD. Usaha sampingan dia yang cukup sukses saat ini adalah penyewaan LCD.



34. Ikhsan, tinggal di yogyakarta, hobi bermain sepakbola. Pekerjaaan : melatih sepak bola anak-anak sampai saat ini. Usaha : berdagang perlengkapan sepak bola khusus anak. Usaha berlanjut : distributor berbagai perlengkapan olah raga.



35. Parisianti Sambodo, pengrajin keramik yang cukup sukses, memiliki dua gerai di Town Square, Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan, dan Tenda Semanggi. Setiap hari Parisianti ini disibukkan mengolah tanah liat, membentuk, melukisnya sesuai desain yang diinginkan, mewarnai, dan membakar tanah liat. Semua dilakukannya dengan hati yang riang, seperti layaknya orang melakukan hobi. Dia memang seorang arsitektur dan memang berminat di dunai seni ( Kompas, 2/02/2003 ). Ketertarikan bidang arsitektur yang bernilai seni itu, dikaitkan dengan nilai seni ke kerajinan keramik.



36. Betty Suryanto, seorang guru SMU di Solo, hobinya membaca. Ia sukses membangun usaha bimbingan tes. Kesukaannya membaca buku, “ ditularkan “ ke orang lain dengan berperan sebagai seorang guru dan mendirikan usaha bimbingan tes.


source :
* Buku “Kunci Sukses Berwirausaha hal 81-97, M.Musrofi.
---------------

tambahan lagi :
Jerry Yang & David Filo Mengubah Hobi Menjadi Yahoo.com

Yahoo! Bermula dari hobi dua orang mahasiswa yang berubah menjadi brand global yang telah merubah cara orang untuk berkomunikasi satu sama lain, mencari dan mendapatkan informasi dan membeli berbagai macam barang. Saat ini, Yahoo! Inc. telah menjadi pemimpin komunikasi global lewat internet, komersil dan perusahaan media yang telah menjadi brand jasa jaringan internet lebih dari 232 juta individu setiap bulannya di dunia maya. Dua anak muda itu bernama Jerry Yang dan David Filo. Bisa bayangkan berapa uang yang mengalir ke kocek mereka? Tapi bagaimana dua mahasiswa ini bisa melakukannya?,……….

Sebagai navigasi pertama secara online yang memandu dalam Web, www.yahoo.com adalah pemimpin pemandu dalam konteks lalulintas, periklanan, keperluan rumah tangga dan jangkauan pengguna bisnis. Yahoo! Adalah brand internet global pertama dan menjangkau pemirsa paling besar dalam dunia maya.

Dua pendiri dari Yahoo!, David Filo dan Jerry Yang, kandidat doctor bidang teknik elektro di Universitas Stanford, yang memulainya di trailer kampus pada bulan Februari 1994 sebagai jalan untuk tetap dalam ketertarikan pribadi mereka terhadap internet. Jauh sebelum mereka menghabiskan lebih banyak waktu dalam daftar jaringan favorit mereka dibanding dengan desertasi doctor mereka. Bagaimanapun juga daftar Jerry and David menjadi sangat panjang dan mereka mengklasifikasikan dalam bentuk kategori. Ketika kategori semakin panjang, mereka membuatnya menjadi subkategori… dan lahir konsep inti dibalik Yahoo!.

Web site dimulai sebagai “Jerry’s Guide to the World Wide Web” tetapi juga menerima moniker baru dengan bantuan kamus. Nama Yahoo! merupakan akronim untuk “Yet Another Hierarchical Officious Oracle,” tetapi Filo and Yang memilih nama yang mereka pilih karena mereka suka dengan definisi umum dari yahoo: “rude, unsophisticated, uncouth.” Yahoo! Sendiri pertama kali dibuat di workstation mahasiswa Yang, “Akebono,” ketika software dibuat di komputer Filo, “Konishiki” – keduanya nama pemain sumo yang melegenda.

Jerry dan David segera menemukan bahwa mereka tidak sendiri untuk menemukan web site yang sangat berguna. Jauh sebelum ratusan orang yang mengakses panduan mereka dari trailer di Stanford. Dengan dukungan kolega netter membuat usaha yang digulirkan semakin banyak peminat komunitas internet yang terlibat. Yahoo! Merayakan pertama kalinya jutaan klik per harinya pada tahun 1994, yaitu tak kurang dari 100 ribu macam pengunjung yang unik.

Berdasarkan tingkat lalulintas dan antusias penerimaan terhadap Yahoo! Telah diterima, para pendiri menyadari mereka mempunyai bisnis yang potensial di tangan mereka. Pada bulan Maret 1995, kerjasama bisnis dengan para pemilik lembaga modal ventura Silicon Valley. Mereka kemudian menjalin kerja sama dengan Sequoia Capital, perusahaan yang mempunyai reputasi dalam bidang investasi termasuk untuk Apple Komputer, Atari, Oracle dan Cisco Systems. Mereka setuju untuk mendanai Yahoo! Pada bulan April 1995 dengan investasi awal mendekati dua juta dolar.

Realisasi perusahaan baru mereka mempunyai pertumbuhan potensial yang cepat, Jerry dan David memulai untuk membuat tim manajemen. Mereka merekrut Tim Koogle, seorang veteran Motorola dan alumni dari jurusan teknik Stanford, sebagai chief executive officer dan Jeffrey Mallett, pendiri Novell’s Divisi konsumen WordPerfect, sebagai chief operating officer. Mereka berhasil menyelamatkan perputaran pendanaan yang kedua pada tahun 1995 dari investor Reuters Ltd. dan Softbank. Yahoo! Diluncurkan dalam go public dengan sangat sukses pada bulan April 1996 dengan jumlah total 49 karyawan.

Saat ini, Yahoo! Inc. telah menjadi pemimpin komunikasi global lewat internet, komersil dan perusahaan media yang telah menjadi brand jasa jaringan lebih dari 232 juta individu setiap bulannya di dunia maya. Sebagai navigasi pertama secara online yang memandu dalam Web, www.yahoo.com adalah pemimpin pemandu dalam konteks lalulintas, periklanan, keperluan rumah tangga dan jangkauan pengguna bisnis. Yahoo! Adalah brand internet global pertama dan menjangkau pemirsa paling besar dalam dunia maya. Perusahaan juga membangun bisnis online dan perusahaan jasa yang mendesain produktifitas dan web untuk klien-kilen Yahoo!’s. Jasa ini termasuk dalam Corporate Yahoo!, sebuah jasa kustomisasi solusi portal untuk perusahaan; audio dan video streaming; toko hosting dan manajemen; dan jasa serta perlengkapan Web site. Jaringan perusahaan Web global termasuk dalam 25 World properties. Dengan kantor pusat di Sunnyvale, California, Yahoo! Juga telah mempunyai kantor di Eropa, Asia, Amerika Latin, Australia, Kanada and Amerika Serikat.

---------
9. dan juga yang sangat terpenting menurut saya lagi adalah kembalikan semuanya kepada sang pencipta ;

# serahkan semuanya kembali kepada sang pencipta,

# ikhlaskan atas segala situasi dan kondisi yang terjadi saat ini,

# minta kepadanya untuk secara konsisten agar terus ditemukan dengan orang-orang yang tepat, waktu dan tempat yang tepat dan juga membuat keputusan-keputusan yang tepat juga.

# berdoa secara konsisten dengan khusyu kepadanya, dengan lebih dekat dengannya maka intuisi kita akan semakin tajam, sehingga kita bisa lebih sering mendengarkan dan percaya pada intiusi kita.

yakini bahwa do'a yang kita panjatkan pasti akan dikabulkan, jalani kehidupan dengan selalu memiliki prasangka yang baik atas semua jalan yang diberikannya, sehingga kita bisa memperlakukan orang lain juga dengan lebih positif

# terus menerus mensyukuri dan ikhlas atas segala sesuatu yang diberikan olehnya,

# pasrahkan segala sesuatu padanya agar terus diberikan dan dibimbing pada jalan yang terbaik (orang, waktu, tempat dan keputusan).


------------
semoga bisa bermanfaat buat kita semua

best regrads


donyputra

sekian tanggapan dari saya,

Saturday, June 13, 2009

Memaksimalkan profit dengan memahami Tujuan, Prinsip-prinsip, & Media-media Advertising/periklanan

Periklanan termasuk dalam bagian Promotion, terkadang Promotion juga dijadikan suatu bagian penting dalam pemasaran,
jika ingin memperkenalkan suatu produk baru, maka Promotion bisa dijadikan alat untuk mendapatkan Brand Awareness, atau jika dari sebelumnya sudah beriklan, maka Promotion bisa dijadikan Brand Loyaltiness, dan jika tahap tersebut diatas sudah terpenuhi, maka dipastikan akan adanya Interest atau Buying.


mari kita bicara periklanan, secara segar dan menyenangkan, karena jika bicara periklanan tidak akan jauh dari kreatifitas yang unik dan beda dari yang lain.

=====================

ada banyak cara agar produk ataupun jasa kita bisa meraih target market yang tepat sebanyak mungkin / Targeted Traffic.

yang dimana tentu saja sebelum kita mengenalkan produk/jasa kita, maka kita harus memilki terlebih dahulu produk dan jasa yang memiliki kualitas yang baik , sehingga produk dan kualitas yang baik haruslah menjadi prioritas utama sebelum kita mengenalkannya secara massal kepada target market yang tepat.



**************************************************
Make Top Quality A Top Priority

At all times strive for the highest possible quality in the products and services you sell - and also in the work of everyone who works for you! Be unrelenting on that score. If your widgets are great stuff, but your customer reps are impolite, indifferent or not constantly alert to new ways in which they can deliver value to your customers, then you've unwittingly created a "quality" gap in your business, and sales beachhead for your competitors!

I hope that you will resolve to make "high quality" an integral part of your unique selling proposition. In a Marvelous book called "The Start-Up Entrepreneur" wrote that to be a successful entrepreneur, "you must become a service and quality fanatic". it's rated that above almost everything else on a 25-item list of the things that an individual should have to attain business success.

The only requirement that rated ahead of quality were these two absolutely essential attributes :

1. You must develop the ability to see thee needs and wants of others.
2. You must find a market gap.

The best marketing plan in the world will be quickly undermined by poor quality. Chances are your sales efforts will attract new customers, but most, if not all of them, will quickly leave you if their expectations aren't met.

Here's the Main Point :

* If you sell a product, make it the best and most useful product you can create.

* If you sell a service, extend yourself to the absolute maximum.

* If you have a problem, resolve it as equitably and favorably in your customer's behalf as possible.


* When creating ads or promotions, put as much thought, effort and review into them as is humanly possible.


* When everything you do is top-of-the-line quality, you can't help but do better! You can write far more powerful ads and promotions because you've got so much more to build upon.

Likewise, you can accure infinitely more repeat and residual business because you'll have so many satisfied customers and referrals.

And you'll feel so good about yourself and what you're doing, that it will rub off in every contact you ever have with your customers, as well as your employees.
In fact, you'll start demanding so much more out to yourself that a business that may have once been boring will come alive with exciting, self-improved challenge and fulfillment.

Starting today. right now,to make incredible income in your business. put maximum quality into every facet of your business. the payoff could be awesome

**************************************************



hal ini sangat penting agar kita selalu bisa :

Under Promise & Over delivered..

bukan sebaliknya Over Promise under Delivered,
karena kalau sudah begini sama saja penipuan.
dan bisnis yang beroperasi dengan prinsip Over Promise under Delivered tidak akan bisa bertahan lama dan reputasi yang sangat buruk akan lebih cepat tersebar dan diketahui orang banyak!!!

prinsip berikutnya adalah segala sesuatu harus lah bisa terukur, sehingga investasi dalam bentuk marketing campaign kita tidak sia-sia, dan mendatangkan return on marketing Investment seperti yang kita harapkan.

prinsip lainnya yang juga harus sangat diingat adalah, efektifitas dari iklan atau kegiatan campaign itu sendiri/ effective ad .
dan juga segala sesuatunya haruslah ditest dalam skala yang kecil bila berhasil baru dibuat yang lebih besar. (P-D-C-A) misal :
Plan - rencanakan materi iklan yang ada, media apa saja yang akan digunakan & segala elemen yang ada di dalamnya.
Do : test kecil lebih dahulu, salah satunya bisa dengan focus group , untuk mengukur apakah materi yang sudah ada sudah cukup mudah dipahami dan bisa menimbulkan impulse buying/ hasrat untuk melakukan pembelian.
Check : lakukan monitoring efektifitas dari kegiatan yang dilakukan apakah sudah sesuai, apakah ada elemen-elemen dari materi iklan yang perlu dikurangi atau ditambahkan, atau bila perlu dirubah, dst
Act : ambil tindakan untuk perbaikan atau peningkatan efektivitas materi iklan yang ada, lalu bila sudah dinilai optimal maka lakukan dengan media yang lebih banyak dan besar lagi.
kembali ke langkah awal -plan- dan terus ulangi lagi

banyak sekali cara-cara yang bisa kita gunakan agar kita bisa menjangkau target market kita diantaranya :

Trade show, Canvasing/ Booth, Seminar, Joint Venture, Host beneficiary, Agent , On line activity( Web site, blog, social site, e.t.c), Publicity, Press release, Public relation, Tele mArketing, Direct Mail/Catalog, Referrals, sales Force, endorsement dan Juga
ADVERTISING

untuk bagian ini saya akan memfokuskan hanya membahas ;

Bagaimana Memaksimalkan Profit, dengan menggunakan Media-media Iklan/advertising secara optimal.

bila ada rekan-rekan disini yang mau melengkapi penjelasan dari saya, sangat dipersilahkan, agar kita semua mendapatkan pembelajaran yang lebih komperhensif / menyeluruh.

--------------------

Tujuan, Prinsip-prinsip, & Media-media yang bisa digunakan :



# Tujuan dari aktivitas membeli spot iklan / Advertising yang saya pahami adalah :

1. Getting More Eye Balls / lebih banyak orang yang melihat penawaran yang diajukan dan juga menyadari keberadaan perusahaan
dan mengundang supect & Prospect yang pada akhirnya tentu saja membuat konsumen bergerak dari suspect menjadi tahapan konsumen tertinggi yaitu keluarga yang bernilai tinggi yang memiliki loyalitas pelanggan yang terbaik.


2.Increase Profits /Meningkatakan Keuntungan,
bila aktivitas iklan hanya menambah biaya dan tidak memberikan hasil maka sebaiknya segera perbaiki atau hentikan aktivitas iklan/ advertising yang ada.

3.Back End sales ,
Pembelian dengan jumlah yang lebih banyak & berulang juga untuk list building.


# Prinsip-prinsip aktivitas pemasaran yang harus diingat :

1. Mengoptimalkan setiap aktivitas yang dilakukan.

# Pastikan materi iklan bisa menimbulkan bahkan menghasilkan ikatan secara emosional,
hal ini sangat penting karena materi iklan, yang bisa menimbulkan bahkan menghasilkan ikatan secara emosional, maka akan meningkatkan Brand awarness yang tinggi bahkan dapat menimbulkan Brand recognition yang efektif, bagi target market-nya
( kaitkan , Materi iklan dengan sesuatu yang membuat kesan : Sexy, humor , Dramatis/ Drama (dramatic) atau juga sesuatu yang keren (cool / significant) )
berikut beberapa contoh tv ad yang bisa dijadikan referensi, silahkan click ini :- Great TV commercials -

# Pastikan anda memiliki / menggunakan tekhnik-tekhnik penulisan/ isi materi iklan / copy writing ( satu bentuk kesatuan yang dapat menjelaskan secara tepat produk/jasa yang ditawarkan) yang efektif, ada banyak tekhnik copy writing, salah satunya akan saya coba bahas pada bagian lainnya.isi dari copy writing diantaranya : Head line, Body Line, Footline, Kata-kata yang digunakan,kesatuan kalimat, Ukuran huruf / Font , Warna & gambar yang digunakan).


# pastikan bahwa kegiatan advertising/iklan melalui media-media yang kita pilih sudah tepat sasaran mencapai target market yang kita inginkan. sehingga meskipun kita memiliki penawaran, headline,body line, footline , dst yang langsung bisa menimbulkan impulse buying, namun semua itu tidak mencapai target market yang tepat, maka hasil yang dicapai tidak akan optimal / sia-sia saja. sehingga prinsip berikutnya sangat lah penting yaitu Pastikan selalu Test & ukur setiap tindakan yang dilakukan


2. Pastikan selalu Test & ukur setiap tindakan yang dilakukan,
selalu ukur/ perhitungkan berapa ROI dari aktivitas pemasaran yang dilakukan.
perhatikan media-media advertising mana saja yang memberikan hasil sesuai yang diinginkan, dan elemen-elemen apa saja yang mempengaruhi keberhasilan tersebut , misal : memasang iklan/advertising pada majalah, perhatikan apakah majalah tersebut sudah menjangkau target market yang diinginkan,lalu apakah penempatan iklan/advertising pada halaman yang dipilih sudah sesuai, apakah ada penempatan/spot yang lebih efektif dari yang sudah ada (halaman depan/halaman belakang, sebelah kanan/sebelah kiri)


3. Identifikasi & Perbaiki tiap-tiap aktivitas yang tidak memberikan hasil seperti yang diinginkan (under performed activity) sampai menghasilkan iklan yang efektif.
( perbaiki dan selalu perhatikan setiap detail dari materi iklan/advertising yang ada : Head line, Body Line, Footline, Kata-kata yang digunakan, Ukuran huruf / Font , Warna & gambar yang digunakan).

4. Ulangi dan duplikasi setiap aktivitas yang memberikan hasil seperti yang diinginkan.

5. Bila memungkinkan lakukan Barter dan juga membayar aktivitas iklan / advertising hanya berdasarkan hasil (only pay for results advertising activity).

# Media-media yang bisa digunakan untuk spot iklan atau advertising :

Televisi, Internet,
Radio, Koran (Nasional & Lokal) ,
Majalah , Yellow Pages,
spanduk, Billboard,
Poster, Brochure ,
Baliho,Sticker,
Hadiah/Gift , Business Card

media Advertising lainnya yang jarang disadari dan kurang dioptimalkan oleh kita sebagai pelaku bisnis/marketer :

- Company Name/ nama perusahaan ,(Tag Lines dan Slogans membuat 'memory hook'/ lebih membuat ingat bagi clients (suspect, prospect) yang potential, sehingga seharusnya dimanapun nama perusahaan terlihat begitu juga dengan tagline/slogan-nya)

- Business Card
- Net Working
- Websites
- Phone hold messages/ nada tunggu perusahaan
- Stationary
- envelope / amplop
- Invoices
- Business Plan/Marketing Plan


Selain itu silahkan lihat contoh-contoh ide marketing campaign yang out of the box, yang juga bisa dijadikan bahan pertimbangan ,
silahkan click ini : Out Of the Box Marketing Campaign Ideas

Tips iklan di televisi yang saya pahami,


# Lakukan Kegiatan Advertising/periklanan dengan media Tv,Bila memang Jalur Distribusi dari produk/jasa kita bisa diakses oleh target market yang jumlahnya banyak dan tersebar ( Bila membeli spot iklan pada TV skala Nasional ).

# pastikan penempatan waktu tayang (Jadwal, acara, jam,hari) kita sesuai. Hal ini penting agar target audience yang kita inginkan tepat sasaran, sehingga ketika materi iklan kita ditayangkan maka pada waktu tayang tersebut sebagian besar target market kita menyaksikan. harus diingat juga setiap target market (dalam tv disebut Target audience) mempunyai karakteristik yang berbeda. Misal bila kita ingin memasarkan Mobil yang termasuk kategori mobil mewah , maka harus selalu kita test dan ukur waktu penayangan, acara dan stasiun yang tepat.
misal apakah dengan membeli spot iklan pada acara yang menayangkan musik dangdut dengan rating dan jumlah penonton yang tinggi sudah tepat, bagaimana bila ditayangkan pada stasiun tv yang menayangkan berita atau acara-acara tv yang memang sesuai dengan target audience yang diinginkan, manakah yang lebih memberikan hasil yang lebih optimal.

# Pastikan Target Market/Target Audience kita mengetahui, bagaimana mereka dapat mendapatkan/membeli produk kita.
Sering kali pada beberapa iklan yang seharusnya mencantumkan nomor telp yang bisa dihubungi atau alamat tempat dimana bisa target market mereka mendapatkan produk/jasa yang ditawarkan atau bahkan informasi yang kurang memadai mengenai produk/jasa yang ditawarkan namun tidak tercantum/ disebutkan dalam materi iklan yang dibuat. Beberapa mungkin memberikan pembenaran karena tujuan iklan tersebut adalah meningkatkan awareness sehingga hal tersebut disengaja, sehingga informasi yang lengkap / tempat mendapatkan informasi lebih jelas/ tempat untuk melakukan pembelian dari produk/jasanya dalam materi iklan yang ada tidak dicantumkan secara lengkap. Bila memang tujuan kita adalah Awareness maka harus benar-benar dipastikan bahwa kita termasuk kategori / Deep pocket marketer atau memiliki anggaran untuk kegiatan advertising/periklanan yang besar, dan memang produk/jasa yang kita tawarkan dikenal secara umum atau oleh orang banyak. Yang terbaik, tentu saja segala sesuatunya harus selalu ditest dan diukur terlebih dahulu, mana yang bisa memberikan hasil terbaik dan tercepat dan berkelanjutan.

# Sediakan Call center bebas pulsa/ Nomor telepon yang bisa dihubungi secara gratis. sehingga target audience kita bisa mendapatkan informasi lebih lengkap.

# Jumlah Line telpon yang kita sediakan jumlahnya harus sesuai.
sehingga target market kita bisa dengan mudah menghubungi kita, hal ini penting karena dengan membeli spot iklan pada media TV maka efeknya bersifat multiplier/ besar/ terjadi reaksi seketika itu juga sehingga efeknya singkat sekali dan bisa langsung memberikan respon yang besar.
contoh kasus; ketika saya berbincang dengan teman saya yang bekerja di Adv Agency ketika mereka membuat dan memasarkan iklan untuk client mereka yang menyediakan jasa konsultasi Kesehatan Pria dengan menggunakan media telp / on line(telp) consultant, maka ketika ditayangkan (pada waktu tayang dimana sebagian besar target market nya menyaksikan) maka penjualan mereka langsung meningkat seketika itu juga.sehingga harus diperhatikan ketika kita sudah memutuskan untuk membeli spot iklan di TV maka kita juga harus menyediakan line telp yang juga sesuai.

satu case nyata yang saya temui lainnya ketika salah satu pemasar dimana ketika dalam materi iklannya ia menyediakan nomor untuk dihubungi untuk informasi lebih lengkap (dalam case ini no. sms) namun pemasar/ perusahaan tersebut tidak menyediakan server yang sesuai,sehingga seketika itu juga ketika banyak target audience yang menghubungi maka kemudian Hp-nya langsung rusak

# Buat isi penawaran/materi iklan yang efektif, dan juga berikan penawaran yang menarik bagi orang-orang /target market yang mengambil tindakan pada saat itu juga (misal potongan harga, hadiah langsung,harga khusus, dst)

# sebutkan Brand Perusahaan kita lebih dari sekali dan juga nomor telp sesering mungkin (tentunya tetap disesuaikan dengan materi iklan yang ada).
Sering kali kita menemukan iklan TV yang memberikan nomor telepon / Call center namun durasinya sangat singkat, sehingga banyak target market/target audience nya tidak sempat mencatat atau mengingat apalagi kemudian menghubungi Nomor telp yang ditayangkan dalam iklan tersebut. sehingga bisa kita nilai apakah hal tersebut merupakan iklan yang efektif? dan apakah kegiatan tersebut merupakan keputusan Investasi dalam Iklan yang tepat ?
tentunya kita semua tidak menginginkan kita membuang biaya iklan secara percuma.

# Dan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya berulang kali,kita harus terus Mengoptimalkan setiap aktivitas kegiatan periklanan yang dilakukan.
oleh karenanya kita harus selalu tes dan ukur ; stasiun, Acara, penempatan, jam tayang, durasi dan waktu yang paling bisa memberikan hasil yang paling efektif, juga Isi dari materi iklan yang paling efektif dan memberikan hasil terbaik.

Sunday, May 24, 2009

Customer Loyalty...

Pasti kita udah sering denger yang namanya Loyalitas Pelanggan, atau sering disebut dengan Customer Loyalty... Teori yang kita sering denger adalah bahwa Loyalty itu adalah tahap dalam menciptakan pelanggan yang advocate.. Apa benar seperti itu..?? Apa Customer Loyalty begitu pentingnya dalam sebuah perusahaan B2C..?? Apa kaitan Marketing dalam pembangunan Loyalitas pelanggan yah..??

===========================

Bagaimana cara kita membangun loyalitas terhadap konsumen kita, bisa dijelaskan dengan menggunakan konsep loyalitas dengan analogi anak tangga. dimana ditiap-tiap anak tangga menjelaskan kategori dan karakteristik dari loyalitas dari konsumen ada.urutan anak tangga tersebut bisa dianalogikan seperti dibawah ini :

6 stages Of Clients Loyalty :

* Suspect
* Prospect
* Clients
* Member
* Supporter
* HI Valuable Family


dan tugas kita sebagai marketer adalah harus bisa memindahkan konsumen/ kita ke anak tangga yang lebih tinggi dan harus terus membuat mereka menaiki anak tangga tersebut sehingga mencapai anak tangga yang tertinggi yaitu = hi valuable Family= .
hal ini menjelaskan bahwa kita harus bisa mebuat konsumen kita kembali dan membeli lebih banyak dan lebih sering lagi, sehingga terjadi hubungan jangka panjang/seumur hidup dengan konsumen/client tersebut, yang bisa menguntungkan ke dua belah pihak yang berkelanjutan.

sekarang mari kita kenali kategori dan karakteristik satu persatu dari anak tangga tersebut

1. Suspect :
adalah anak tangga yang paling dasar. dalam tahapan ini konsumen adalah calon konsumen kita yang potensial, diamana mereka cocok dengan pasar sasaran dari produk atau jasa yang kita hasilkan, dan mereka ingin membeli dari kita jika mereka merasa dekat dengan kita.

2. Prospect :
kita kemudian menaiki anak tangga yang selanjutnya yaitu anak tangga yang kedua, Prospek. Prospek adalah suspek yang sudah mengambil tindakan tertentu seperti misalnya menelpon sebagai tanggapan terhadap aktivitas periklanan yang kita lakukan, atau mengunjungi perusahaan kita.
Kita harus mengumpulkan informasi mengenai mereka sehingga dapat terus berhubungan dengan mereka. Hal ini sangatlah penting karena membangun loyalitas konsumen berkaitan erat dengan membangun hubungan.
Kita harus bisa mengembangkan database dari Prospek. Kita dapat menggunakan semua keahlian penjualan kita untuk memindahkan prospek kenak tangga selanjutnya yaitu Client.

3. Client : (A person who is under the protection of another)
Agar bisa digolongkan sebagai client, prospek harus sudah membelanjakan uangnya diperusahaan kita sehingga sudah tercatat melakukan pembelian dari produk atau jasa kita.
Untuk itu sangat penting bagi kita sebagai marketer, melakukan pencatatan kedalam data base kita kepada siapa-siapa saja yang melakukan pembelian atas produk/ jasa kita. Jika kita berencana untuk mengirimkan surat keseluruh prospek dan menawarkan insentif agar memebeli sesuatu dari kita, maka sangatlah tidak baik bila kita mengirimkannya kepada seseorang yang sudah menjadi client kita.
Catatan yang kita buat dalam bentuk database ini juga harus bisa menunjukkan kapan terakhir kali mereka membeli dari perusahaan kita, seberapa besar rata-rata pembelian yang mereka melakukan pembelian, dan juga seberapa sering mereka melakukan pembelian dari kita. kalau kita benar-benar perhatikan hal-hal yang sering terjadi dibanyak perusahaan, sebagian perusahaan banyak sekali yang berhenti ditingkatan ini.
Sales Force/ tenaga penjualnya sepertinya hanya duduk-duduk dan menanti client untuk kembali, dan bukannya dengan melakukan langkah-langkah proaktif dengan mengundang mereka untuk kembali datang dan melakukan pembelian.
Harus benar-benar dipahami bahwa dalam tingkatan client, mereka masih membebani anda. Jika kita merasa puas dengan tingkatan ini, maka perusahaan kita pada akhirnya akan segera tutup/ bangkrut.
sudah berapa kali kita mendapatkan pengalaman, ketika kita melakukan pembelian dari suatu perusahaan yang bahkan terkadang jumlah nominal yang harus kita keluarkan tidak sedikit, dan mereka tidak memasukkan nama kita kedalam database mereka.
lalu kita tidak pernah menerima surat atau pemberitahuan dari mereka yang isinya kurang lebih menyatakan " mereka sangat senang telah melakukan transaksi dengan kita, dan berharap agar kita sudah mendapatkan kepuasan yang maksimal dari produk atau jasa mereka, dan berharap agar kita mau kembali dan melakukan transaksi dengan mereka".
bukankah itu hal yang konyol bagi bisnis mereka, coba pikirkan tentang kemungkinan dari tidak adanya pembelian yang berkelanjutan dari client yang sudah ada, hal tersebut adalah hal yang paling menakutkan di dunia bisnis, tanpa adanya client yang melakukan pembelian adalah hal yang pasti bahwa suatu bisnis akan segera berakhir.

4. Member/ Anggota :
Ketika Client melakukan pembelian yang kedua/ pembelian berulang, maka mereka sudah menaiki anak tangga berikutnya yaitu mereka telah menjadi Member/ Anggota.
Pada tahapan ini mereka sekarang memiliki sense of belonging / rasa memiliki. Harus kita ketahui bersama, para client yang melakukan dua kali pembelian memiliki kemungkinan 10 kali lipat untuk membeli lagi dibandingkan mereka yang hanya membeli satu kali. Jadi, kita harus memperhatikan member/anggota kita .
Berikan kepada mereka kartu anggota dan paket untuk anggota. Berapa banyakkah saat ini client yang sudah mengetahui seluruh produk kita? mungkin hanya sedikit saja. Jadi mengapa tidak menyertakan katalog produk dalam paket keanggotaan? kita juga dapat menyertakan sampel gratis, kupon/ voucher belanja, dan hal-hal lain semacam itu.
Pengalaman saya pribadi ketika saya masih berada di jogja, ada coffe shop yang memiliki atmosfir yang sangat menarik dan juga penuh rasa kekeluargaan, ketika pemiliknya mengetahui saya sering datang kesana dan melakukan pembelian berulang, ia mendekati saya dan menawarkan untuk memberikan mug kopi dengam disain khusus. dan setiap kali saya datang, para pelayannya yang juga sangat bersahabat tersebut, mengambilkan mug kopi khusus milik saya tersebut dari rak mereka dan menyajikan pesanan saya dengan mug tersebut. dari contoh tersebut menjelaskan bagaimana cara pemasaran mereka bisa menimbulkan rasa memiliki bagi para anggotanya.

5. Supporter/pendukung : Begitu bisnis kita memiliki anggota, maka tugas kita selanjutnya adalah menggerakkan mereka ke anak tangga yang ke-5 , yaitu menjadikan mereka supporter/pendukung.
Supporter/ pendukung adalah seseorang yang akan menjual ataupun mereferensikan produk kita dengan senang hati kepada orang lain. Kriteria bagi Supporter/ pendukung adalah mereka akan memberikan referensi ataupun mempromosikan mengenai produk/ jasa ataupun juga layanan kita kepada orang lain , dan mereka sendiri juga terus melakukan pembelian dari kita. Pendukung adalah satu aset modal terbesar bagi bisnis kita.

6. High Valuable Family/ keluarga yang bernilai tinggi bagi kita :
Pada tahapan ini sering juga mereka disebut sebagai penggemar berat.
Begitu kita berhasil menciptakan Supporter/ pendukung, maka tugas kita sebagi marketer adalah kita harus bisa menggerakan mereka ke anak tangga yang terakhir yaitu agar mereka menjadi penggemar berat/keluarga yang bernilai tinggi bagi kita. Perbedaannya: Supporter/ pendukung adalah orang yang akan menjual untuk anda, sementara penggemar berat/keluarga yang bernilai tinggi adalah orang-orang yang tidak dapat berhenti menjual untuk kita. Hal yang menarik tentang penggemar berat/keluarga yang bernilai tinggi ini adalah mereka bisa dianggap sebagai bagian dari tim kerja kita. Mereka ingin melihat kita berhasil, dan juga tentu saja mereka akan terus membeli dari kita sepanjang waktu.
contoh yang paling nyata dalam kategori ini adalah para penggemar sepak bola, saya ambil contoh kasus dari salah satu bukunya HK yaitu mengenai fenomena dari para penggemar berat Manchester United (MU) yang tersebar diseluruh dunia yang dari data terakhir disebutkan jumlahnya sudah mencapai 330 juta orang. kita bisa melihat bagaimana bangganya para penggemar berat tersebut menggunakan kaos dan segala macam atribut MU. dan mereka terus menjalin hubungan yang erat dan berkelanjutan juga antar sesama penggemar berat lainnya baik secara off line maupun on line. dan bisa dikatakan setiap kali MU mengadakan pertandingan seluruh kursi yang ada selalu penuh. dan segala macam merchandisenya pun selalu laris manis. siaran langsung mereka selalu ditunggu-tunggu. dan juga tidak heran dengan dukungan dari penggemar berat yang ada tersebut MU menjadi salah satu klub sepakbola terkaya didunia,dengan nilai 1,8 miliar dolar AS per mei 2008.

Oleh karenanya harus selalu kita ingat, tujuan dari "permainan" yang menggunakan analogi anak tangga ini adalah menggerakan orang dari anak tangga yang terendah ke anak tangga yang tertinggi yaitu penggemar berat/keluarga yang bernilai tinggi yang tentu saja memiliki loyalitas pelanggan yang terbaik. Pada tahapan inilah dimana kita bisa mulai menghasilkan Profit/ keuntungan yang begitu banyak.

Saturday, May 23, 2009

Skill & Hoki

mau tanya nih ..
seperti judulnya...
ane mo tanya apakah kesuksesan seseorang businessman dibidangnya tuh cuma hoki ato emang mereka pny kemampuan untuk mengembangkan usahanya hingga bs mencapai kesuksesan itu?? ato emang butuh keduanya..
thanks..

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
hoki = Persiapan + Kesempatan

persiapan = segala sesuatu yang kamu masukkan kedalam kepala kamu
( segala macam informasi ; buku, radio, internet, tv , dan berbagai literatur lainnya -- dan kalau kita mau menyadari ternyata banyak sekali sumber2 informasi yang nilainya sangat tinggi dan tersedia dengan gratis, sehingga semua kembali ke kita apakah mau memanfaatkannya atau tidak)
Success depends upon previous preparation, and without such preparation there is sure to be failure.



kesempatan = siapa yang kenal kamu ( jaringan/net working yang kamu bangun dan kembangkan termasuk keluarga, teman, lingkungan, d.s.t )

-----

memang ada orang-orang yang terlahir dengan segala kelebihan - kelebihan dan keuntungan yang tidak dimiliki orang lain, dan mereka berhasil dihidupnya..

dan tidak sedikit juga .bahkan saya, anda dan kita semua mungkin juga
pernah menjadi saksi hidup, bagaimana orang-orang yang memiliki sumberdaya yang sangat minim bahkan tidak ada sama sekali ..

namun mereka bisa bertahan dan berhasil membuat hidupnya menjadi sangat berhasil, dan menciptakan kesuksesan yang luar biasa.


If they can do it, WE CAN DEFINITELY DO IT!
all we need is to take action, pay attention to where we're heading and Improve Accordingly, and persistence!


-----

success =
80 % Mental or psychological
20% Technical

Without passion, you don't have energy; without energy, you have nothing. Nothing great in the world has been accomplished without passion.


dan segala sesuatu akan indah pada waktunya..

------------------------------------------------------------------------------------

Pengetahuan yang diterapkan adalah kunci untuk menjadi sukses secara finansial.

Tidak ada masalah yang tidak ada solusinya;
tidak akan ada gagasan yang tidak pernah mempunyai cara untuk diwujudkan;
tidak akan ada strategi kesuksesan yang tidak pernah ditemukan, dicoba, diteliti,
dan disempurnakan, yang tidak pernah dicatat disuatu tempat.
Semua pengetahuan hanya sedang menunggu untuk kita pelajari dan kita terapkan


Untuk mendapatkan pengetahuan diperlukan waktu,
tetapi proses itu menyenangkan dan sering bisa didapatkan secara cuma-cuma.
Kita dapat mulai meniti jalan menuju pengetahuan dengan mencarinya secara on line/ dengan bantuan internet ataupun kalau memungkinkan dengan mengunjungi perpustakaan.

Temukan sesuatu yang dapat kita kerjakan dengan baik dan benar-benar menarik untuk kita,
kembangkan pengetahuan tersebut agar menjadi sebuah keterampilan,
dan pusatkan perhatian kita untuk menemukan cara agar mendapat penghargaan setelah melaksanakannya.

dan jangan pernah biarkan siapapun mengatakan bahwa kita tidak bisa meraih impian kita.

  • Kita dibayar karena perbandingan yang ada hubungannya langsung degan keunikan kita.
    Semakin banyak orang yang bisa mengerjakan apa yang kita kerjakan, semakin sedikit kita dibayar.
    semakin sedikit orang yang bisa mengerjakan apa yang kita bisa kerjakan, semakin banyak kita dibayar.
    jika kita menemukan bakat, skill/ keterampilan, sebuah produk atau jasa yang sangat unik, sesuatu yang diinginkan orang/target market kita, orang itu mau membayarnya, dan hanya bisa diperoleh dari kita, maka kita mendapatkan tiket menuju kesuksesan secara finansial
  • Bila kita dapat menemukan cara yang dapat menambah kebahagiaan, kesehatan, kekayaan, cinta, waktu, dan nilai yang lebih tinggi kedalam hidup orang / target market kita, maka kita akan mendapatkan penghargaan untuk itu.
    Tambahkanlah nilai sebanyak mungkin kedalam hidup orang lain.
  • Bila kita dapat menerapkan sarana tambahan/ Leverage/ Faktor kali / Daya ungkit, pada produk atau jasa yang baik, hal itu akan meningkatkan pengembalian dan penghargaan yang kita peroleh.
    Namun , bila kita menerapkan sarana tambahan yang membuat rugi, hak itu akan melipatgandakan kerugian kita. Terapkanlah sarana tambahan/ Leverage/ Faktor kali / Daya ungkit, secara bijaksana.

.....

setiap kejadian, baik, maupun buruk, merupakan bagian dari jalan hidup.
Tantangan menciptakan karakter yang kita perlukan untuk mewujudkan impian kita.
Segala sesuatunya berada dalam keseimbangan yang sempurna.


selagi kita berada dalam tujuan kita, Hidup akan menjadi mudah.
Jika keadaan menjadi sulit,
kita sedang melakukan yang seharusnya tidak kita lakukan
atau kita perlu menyesuaikan pendekatan kita.


Otak kita tidak dapat membedakan antara sebuah gagasan/ide yang yang terbentuk dengan baik dan realitas.
Seperti halnya dengan otak kita. Alam juga tidak dapat membedakan antara sebuah gagasan yang kuat dan "realitas."
Kejadian-kejadian yang terjadi secara kebetulan / hoki merupakan cara alam untuk menciptakan gagasan-gagasan kita.
Pemusatan alam semesta terjadi pada saat segala kekuatan Alam Semesta terpusat pada gagasan kita dan
menciptakan berbagai kesempatan, sumber daya, orang dan situasi agar gagasan-gagasan kita dapat terwujud.


Jika kita tetap siap untuk bertindak setiap saat terhadap kemungkinan-kemungkinan hidup,
kita akan melihat kebetulan-kebetulan dan mampu untuk bertindak dengan menggunakannya.
Kita tidak dapat mengharapkan adanya perubahan jika kita tidak melakukan hal yang sama berulang-ulang,
karena kita akan selalu mendapatkan hasil yang sama.


Bersabarlah dan bersiaplah setiap saat untuk bertindak.
Mungkin kita tidak selalu mendapatkan yang kita inginkan,.
tetapi Alam semesta akan selalu menyediakan segalanya yang kita perlukan untuk melaksanakan rencana kita.

--------


sukses yang saya tahu berarti mengerjakan apa yang kita sukai dan menyukai apa yang kita kerjakan, hidup dikelilingi oleh orang-orang yang kita cintai dan dihargai sesuai yang kita inginkan.



oleh karenanya sangat penting bagi kita harus bisa menemukan sesuatu yang dapat kita kerjakan dengan baik dan benar-benar menarik untuk kita,
lalu kita mengembangkan pengetahuan tersebut agar menjadi sebuah keterampilan, dan kita memusatkan perhatian kita untuk menemukan cara agar mendapat penghargaan setelah kita melaksanakannya.
atau dalam artian lain, kita mengerjakan apa yang sangat kita sukai dan menyukai apa yang kita kerjakan dan kita harus mengerjakannya sebaik mungkin.

dan kalau sudah begitu maka kita akan lebih mudah lagi bagi kita untuk mengerahkan kemampuan kita untuk mengembangkan usaha kita dibidang apapun dan proses mencapai kesuksesan itu sendiri akan terasa lebih mudah, nikmat dan menyenangkan


apa yang kita pikirkan atau fokuskan atau apa yang menjadi pikiran kita
akan menentukan emosi/perasaan kita, yang nantinya hal ini akan menentukan
tindakan-tindakan /prilaku-prilaku yang akan kita ambil berikutnya,
dimana tidakan atau prilaku yang berulang-ulang akan menjadi satu kebiasaan,
dan kebiasaan dalam waktu yang lama ini sendiri akan membentuk karakter kita,
dan karakter inilah yang pada akhirnya akan menentukan kehidupan/nasib seperti apa yang akan kita dapatkan atau akan kita jalani nantinya


Pikiran => perasaan => tindakan => Kebiasaan => Karakter => Kehidupan

atau saya sederhanakan lagi maka :
apa yang awalnya tidak tampak oleh mata ( Pikiran , Perasaan / emosi )
maka pada akhirnya akan terwujud menjadi sesuatu yang tampak oleh mata (tindakan, kebiasaan, karakter , dan kehidupan )





semoga bermanfaat
To your succes,



donyputra

Friday, March 27, 2009

Tentang Customer

Dalam dunia marketing tidak mungkin para marketer lepas dari "CUSTOMER"

saya pribadi beranggapan "KITA TIDAK MUNGKIN 100% MEMUASKAN CUSTOMER,TETAPI KITA TERUS MENCOBA AGAR MENJADI 99,99%"

Saya membuat thread ini untuk para marketer sekalian berbagi apa saja tentang CUSTOMER

Misalnya:
1. Bagaimana menghadapi para customer yang emosian?
2. Bagaimana Menghadapi customer yang rese?
atau juga
3. Pengalaman unik dan konyol ketika pertama kali bertemu dengan customer
4. pokoknya semua yang berhubungan dengan customer silahkan di share di sini

Bagaimana pun,tanpa customer kita sebagai marketing ataupun sales tidak akan berarti apa2x

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

sedikit mau mencoba share knowledge yah
-----------------------------------------------------------------------------------------------

Customer vs Client
customer = Person who purchases a commodity or a service
Client = A person who is under the protection of another
always think of the as A CLIENT
Think Of Your Client as dear, valued friends

The Biggest Mistake people Make in business is that they falling In love with the wrong thing, they fall in love with thir product, service, or company

You should believe passionately in your product, service, or company. BUT YOU SHOULD FALL IN LOVE WITH YOUR CLIENTS (Customer, Vendors, Employees, Team Members)

A successful Business does not just start with just a great idea or product, rather ia starts with desire to provide a solution to another's problem
in doing so you enrich your own life, the lives around you, your family,their family, employees, e.t.c

You must first identify what your client really needs, even if your client doesn't recognize what it is he needs

What your really selling is solution to their problem

THE MORE VALUE YOU GIVE OTHERS, THE MORE VALUE YOU GENERATE
You need to recognize the Impact you Have on People's Live in the business you are conducting. What you render, and the way you render it,has changed their lives + their Families.

Treat them like a friend whether in a phone or in person

It means Thinking about the client as more than just a checkbook. it means seeing him or her as a valued business partner, someone whose well-being and success is directly tied to your own.
-----------------------------------------------------------------------------------------------

THE SINGLE MOST IMPORTANT STRATEGY YOU CAN USE TO MAXIMIZE THE VALUE OF ALL OTHER STRATEGIES IS TO COMMUNICATE ON A REGULAR BASIS WITH EVERYONE WHO CONTRIBUTE, IN ANYWAY TO YOUR BUSINESS SUCCESS

Your Challange is to keep clients constantly connected to you.

Keep Them Thinking :

1. How valuable you are.
2. How Good you are.
3. How much you care about them

The more contact + communication you have with a person, the stronger + richer the relationship becomes.
In business the secret to keeping + growing clients is to keep meaningful communication with everyone important to you.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

Memang semua client itu ngga selamanya memberikan profit atau saya suka membagi kedalam kategori :
1. Client yang menguntungkan
2. client yang belum menguntungkan . ( always remeber : every problem, every challenges has within it the seed of a new opportunity! And that's why we must always focus on - the opprtunities.)

untuk itu kita harus bisa melihat dengan baik medan perang yang ada ( see the battle field effectively) sehingga kita bisa melakukan segmentasi, penerapan strategi dan riset untuk kepentingan bisinis kita.

sehingga dari hasil tersebut kita bisa memutuskan dengan baik yang mana akan menjadi :
target market yang menguntungkan untuk kita , lalu setelah berhasil membangun hubungan dan reputasi yang baik dengan target market tersebut maka kemudian kita bisa mencari/ menggali lagi niche market yang ada untuk meningkatkan profit kita,
dan setelah semuanya berhasil digarap dengan baik lagi baru kemudian kita bisa memutuskan target market lainnya berdasarkan segmentasi yang sudah kita buat tadi.

thanks for your time . semoga bermanfaat
To your succes,



donyputra

Mempromosikan Produk dikala krisis

Dikala daya beli masyarakat yang sedang menurun, Dollarnya yang terus menguat dan juga kesempatan berbisnis baru yang makin menyempit, pasti ada cara tersendiri, trik trik promosi yang mestinya bisa bikin produk kita laku dipasaran.

Share disini ide ide segarnya, terobosan marketing biar salesnya naik dan juga strategi khusus untuk memenangi pasar.

Kalau yang sekarang saya lakukan sih, seperti umumnya marketing lainnya, pendekatan kepada pelanggan lama dengan perhatian khusus dan tambahan service bisa jadi solusi biar pelanggan/buyer betah terus beli barang kita, plus dengan harga penawaran yang kompetitif tentunya.

Sekarang bagaimana dengan anda....???

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Beberapa jawaban yang umumnya sudah ada adalah seperti ini :

1. Menghubungi kembali customer lama
2. Memberikan harga yang kompetitif
3. Memberikan, meningkatkan dan menjaga servis atau pelayanan yang sudah ada.
4. Memperhatikan dan juga menjaga kualitas After sales Service


Mungkin strategi tambahan yang bisa saya berikan disini adalah dengan memberlakukan satu strategi yang masih sangat jarang diberlakukan diindonesia padahal dari berbagai studi kasus nyata yang sudah saya pelajari strategi ini bisa meningkatkan penjualan sangat drastis sekali dalam waktu yang singkat. Selain itu dipostingan lainnya saya juga perhatikan ada yang menanyakan bagaimana caranya membuat word of mouth berjalan , strategi ini juga bisa membuat hal tersebut terjadi (masih ada strategi lainnya ) .

Okay saya coba mulai dari konsep awalnya dasarnya dulu ya; bila produk atau jasa kita ingin berhasil dipasar baik dalam kondisi apapun krisis maupun non krisis , produk atau jasa kita haruslah bisa menjawab 4 pertanyaan berikut :

1. Produk/Jasa apa yang kita jual
2. Berapa harganya (dalam rupiah, Waktu dan energy)
3. Apa manfaatnya buat konsumen ( Manfaat Emosional dan non emosional)
4. Mengapa konsumen harus percaya kita

Strategi yang coba saya share kali ini adalah untuk menjawab pertanyaan yang ke-4 yaitu, mengapa konsumen harus percaya kepada kita(apalagi dalam kondisi saat ini) ;

Pada dasarnya ketika 2 pihak bersama-sama melakukan transaksi bisnis apapun, kita harus menyadari dengan pasti bahwa ; salah satu sisi akan selalu berharap agar ia tidak mendapatkan resiko apapun dari transaksi tersebut. Jika kita sebagai penjual/ marketer mengharapkan agar client kita atau target market kita yang menanggung semua resiko tersebut, maka kemungkinan besar tindakan mereka adalah tidak melakukan pembelian dari kita.

Tugas kita sebagai marketer adalah untuk mengeliminasi sebanyak mungkin bahkan akan sangat lebih baik lagi bila bisa mengeliminasi semua resiko dari transaksi tersebut.
Dengan melakukan strategi Risk Reversal atau resiko yang akan terjadi menjadi tanggungan kita, maka hal tersebut akan menurunkan hambatan bagi client kita untuk melalukan pembelian dan juga secara otomatis akan menghilangkan segala keraguan mereka akan produk atau jasa yang kita tawarkan.

1 of all the biggest "competitive edge" advantages you'll ever gain is to always make it easier for the client to say yes than it is for them to say no.

ASSUME THE RISK IN EVERY TRANSACTION YOU HAVE WITH YOUR CLIENTS

Sehingga kita harus bisa memberikan garansi total dari setiap transaksi akan pembelian dari client kita.
Konsep membangun kepercayaan dari client adalah yang mendasari strategi Risk reversal tersebut, kita sebagai marketer harus bisa mengkompensasikan ketidakpuasan dan juga Menghargai waktu, biaya dan energy yang mereka keluarkan.
Dan yang juga harus benar-benar kita perhatikan adalah ketika client memutuskan untuk mengajukan garansi maka hal tersebut harus dibuat semudah mungkin.

Saya pribadi pernah mengalami kekecewaan yang cukup mendalam, ketika saya harus mengahadiri salah satu seminar sampai 3 hari dengan biaya yang sangat mahal (dengan pembicara yang sudah punya nama lagi ) dan hasilnya sungguh mengecewakan, ketika saya mengajukan money back guarantee malahan sangat dipersulit oleh mereka, singkat kata saya tidak berhasil mendapatkan kompensasi apapun dari mereka, sehingga sangat terkesan mereka Over Promise dan Under Deliver padahal kalau kita mau berhasil dalam bisnis apapun kuncinya adalah Under Promise Over deliver.

Pengembangan penerapan dari strategi Risk Reversal ini bisa juga sebagai berikut ;
Peretimbangkan untuk bukan hanya sekedar memberikan Money Back Guarantee tapi juga memberikan bonus tambahan kepada client kita ketika mereka setuju untuk melakukan transaksi. Tawarkan kepada mereka bahwa bila mereka tidak puas dengan produk atau jasa yang mereka konsumsi maka mereka tetap bisa memiliki bonus tambahan tersebut.

make a complete list of every obstacle to your clients that might prevent them from purchasing, dealing with, or choosing you over your competition
The longer the guarantee + the more specific the performance expectations you make, the more people will buy
------------------------------

thanks for your time . semoga bermanfaat
To your succes,



donyputra

Perbedaan Marketing, Sales & Promotion ?

apa sih perbedaannya antara Marketing, sales dan juga Promotion ?

---------------------



sedikit sharing ilmu yah mengenai pemahaman tentang apa itu marketing, sales, advertising juga promotion
----------------------------------------------------------------------------------------
You can have the best little business ever with wonderful potential, but if you can't market it, you don't have a business at all.

Learn how to market yourself, because you are your business. Don't confuse the terms "marketing," "advertising," and "promotion." These terms carry a different tune every time.

Marketing means informing your potential clients about your products or service, and finding ways to establish and keep a customer base. Your target market is the specific group of people that consume your product or utilize your service.

Advertising refers to the various media used to convey your message. Printed advertisement, radio air time, television commercials and the Internet are all part of advertising that convey your business message to the public.

Promotion refers to the various methods by which you convey your message to customers. When you communicate with the public, you're promoting your business. Many people will join business associations, or set up displays in malls and craft shows for promotional purposes.

Many people feel lost and uncomfortable with marketing and promotion. However, the longer you research your market, your product and your competition, the more comfortable you will become in marketing and promoting your products and or service. It takes time to learn what works for your business. You will constantly need to effectively find new methods because the old methods will stop working.

Be the very best you can be by working on your personal skills, and successful marketing and promotion will ultimately follow.

---------------------------------------------------------------------------------
dalam pengertian yang sangat sederhana marketing adalah cara jualan,
yang tujuannya tentu saja memperoleh sales/ revenue sebanyak mungkin, secepat mungkin dan juga sesering mungkin.

nah salah satu toolsnya kita bisa menggunakan : Sales Force / tenaga penjualan yang sering kali diindonesia disebut dengan sales saja..
tools lainnya yaitu advertising juga promotion, dan masih banyak lagi tools lainnya..
dan tentu saja agar efektifitasnya seperti yang diharapkan, penerapan tools tersebut harus didukung dengan strategy yang juga efektif


selain itu juga Salah satu inti ilmu marketing adalah kita harus bisa mengidentifikasi / mempelajari kebutuhan dan keinginan orang lain atau target market kita, setelah itu kita harus bisa memenuhi kebutuhan tersebut dan bukan hanya memenuhi kebutuhannya kita juga harus bisa menambahkan satu nilai tambah yang berarti bagi orang tersebut.

Bagaimana kita memenuhi kebutuhan target market kita tentunya dengan memberikan suatu produk dan jasa baik yang terlihat maupun tidak terlihat (tangible and intangible product) yang bisa membuat target market kita tersebut terpenuhi kebutuhannya, selain itu target market kita tersebut juga harus merasa puas dengan produk atau jasa yang kita tawarkan tersebut.

hal lainnya juga yang harus benar-benar kita pahami marketing tidak terbatas hanya untuk perusahaan saja, namun juga untuk diri kita sendiri.

Artinya selama kita hidup ,bekerja, berbisnis ataupun berinvestasi kita akan selalu berhubungan dengan orang-orang sekitar kita, sehingga kita harus bisa melihat diri kita sebagai bisnis kita pribadi. Dimana bisinis tersebut menghasilkan produk-produk yang harus memiliki nilai tambah bagi orang-orang ataupun target market nya . Sehingga setiap nilai tambah yang kita hasilkan haruslah bermanfaat atau bisa memberikan kepuasan bagi sekitar dan juga target market kita.

bagaimana cara kita memuaskan target market atau konsumen kita bisa dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. selain itu kita juga harus sebisa mungkin bersikap baik dan jujur . Karena selain berguna untuk membangun kepercayaan / kredibilitas, kita juga harus membangun hubungan jangka panjang dengan mereka.

dan bila kita bisa memenuhi kebutuhan, bersikap baik dan jujur kepada target market/konsumen kita, maka dengan cara tersebut selain akan membangun hubungan jangka panjang dengan mereka dan juga disaat yang bersamaan kita akan mendapatkan keuntungan yang besar dan berkelanjutan secara finansial dari hubungan yang positif tersebut.



question :
Bisa dibilang ngak seperti ini:

MARKETING covers:
1. Promotion: advertising
2. Public Relation
3. Sales

Answer :yak betul sekali

1. Promotion: advertising
2. Public Relation
3. Sales

adalah tools dari marketing, dan masih banyak lagi tools lainnya, seperti Booth, seminar, Referral,press release, direct mail dst....
dan ada strategi-strategi khusus agar setiap tools yang kita gunakan bisa memberikan hasil yang optimal
dan dalam pengertian saya dan dari sumber-sumber yang sudah saya pelajari; advertising dan promotion diipisah

advertising itu mudahnya adalah aktivitas Above the line ( Tv ad, Radio Ad, Baliho, billboard, spanduk, dst) intinya above the line itu segala macam marketing campaign yang tidak bertemu langsung dengan penjual.

sedangkan promotion sifatnya bellow the line / segala macam marketing campaign yang bertemu langsung dengan penjual. misal memabut event-event pembagian sample dst..
semoga cukup menjelaskan






thanks for your time .semoga bermanfaat
To your succes,



donyputra